Lappung – Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember karya dari Mahendra Utama.
Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember karya Mahendra Utama ini merupakan sebuah ode atau pujian terhadap keindahan alam dan kekayaan agrikultural Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Baca juga : Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri, Karya: Mahendra Utama
Melalui personifikasi dan metafora yang indah, Mahendra Utama menggambarkan hubungan harmonis antara alam Jember dan hasil buminya, khususnya edamame dan okra.
Singkatnya, syair ini adalah sebuah puisi deskriptif dan apresiatif yang menggunakan dua komoditas pertanian unggulan Jember, edamame dan okra, sebagai titik fokus untuk merayakan keindahan alam, kekayaan bumi, dan keberkahan yang dianugerahkan kepada daerah tersebut.
Baca juga : Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama
Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember
Karya: Mahendra Utama
Di Jember yang permai, tanah subur dan asri,
Hutan Meru Betiri membentang, menghijaukan hati.
Edamame mengintip di balik rerimbun,
Bagaikan mutiara, di pagi yang membangun.
Pantai Puger berdebur, ombak menari riang,
Okra tegak berdiri, di ladang yang lapang.
Bendinya runcing, hijau berseri memancarkan cahaya,
Menyapa mentari, di tepian bahari.
Gunung Argopuro, megah menjulang tinggi,
Menjaga edamame, tumbuh merendah diri.
Kacangnya lembut, dalam polong tersembunyi,
Hadiah bumi, untuk insan yang berbakti.
Masjid Cheng Ho berdiri, syiar berkelap-kelip,
Menyaksikan okra, di tanah yang kaya tip.
Keduanya sajian, nikmat penuh khasiat,
Anugerah alam, tiada banding taraf.
Di Jember yang elok, edamame dan okra bersatu,
Simbol kesuburan, rahmat Ilahi selalu.
Meru Betiri, Puger, Argopuro, Cheng Ho,
Saksi keagungan, di bumi bertuah ini jua.
Kaliwates, Jember 4 September 2024
Baca juga : Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama
