Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Tahura Wan Abdul Rahman, Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi

    Tahura Wan Abdul Rahman, Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi

    by Irjen
    09/02/2025
    in Gaya Hidup
    Tahura Wan Abdul Rahman, Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi

    Keindahan air terjun di Tahura Wan Abdul Rahman. Foto: Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Tahura Wan Abdul Rahman surga ekowisata Lampung yang menanti dijelajahi.

    Dari pusat Kota Bandarlampung, kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman (WAR) tampak begitu megah dengan Gunung Betung yang menjulang.

    Baca juga : Petani Hutan Lampung Didorong Beralih ke Pupuk Organik

    Hamparan hijau yang luas ini bukan sekadar hutan, melainkan surga ekowisata yang menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa.

    Bagi para pencinta alam dan petualang, Tahura WAR adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

    Trekking di tengah pepohonan Tahura Wan Abdul Rahman. Foto: Yopie Pangkey

    Trekking di tengah pepohonan raksasa, menikmati udara segar, hingga berjumpa dengan satwa liar menjadi pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

    Keindahan alamnya yang masih alami kini mulai mendapat sorotan, seiring upaya pemerintah dalam mengembangkan ekowisata berkelanjutan di kawasan ini.

    Pesona Keindahan

    Tak hanya Gunung Betung, kawasan ini juga menaungi 3 gunung lainnya, yaitu Gunung Pesawaran, Gunung Rantai, dan Gunung Tangkit Ulu Padang Ratu.

    Di antara perbukitan hijau itu, terdapat berbagai jalur trekking yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

    Baca juga : Good Agricultural Practices, Kunci Sukses Kakao Pesawaran

    Salah satu jalur favorit adalah rute Sumber Agung-Batu Lapis yang melewati hutan kemiri.

    Jalur lainnya, Talang Mulya-Talang Kelik-Talang Rabun, menawarkan perjalanan lebih menantang dengan suguhan lanskap hutan tropis yang masih perawan.

    Wisatawan yang ingin menikmati kesegaran air alami bisa mengunjungi beberapa air terjun yang tersembunyi di dalam kawasan ini.

    Air Terjun Wijono, Air Terjun Talang Rabun, dan Air Terjun Sinar Tiga adalah beberapa spot terbaik yang menawarkan pemandangan menakjubkan.

    Sementara itu, fenomena geologi seperti Batu Lapis dan Punggung Naga semakin menambah daya tarik bagi para pecinta eksplorasi alam.

    Keanekaragaman Hayati

    Tahura Wan Abdul Rahman bukan hanya soal keindahan lanskapnya, tetapi juga rumah bagi berbagai flora dan fauna khas Sumatra.

    Rangkong yang eksotis, siamang yang bersahutan di pagi hari, serta beragam spesies burung lainnya menjadikan kawasan ini sebagai habitat penting yang perlu dijaga.

    Tak hanya itu, kawasan ini juga kaya akan vegetasi tropis.

    Pepohonan langka seperti merawan (Hopea mengarawan), medang (Litsea firmahoa), rasamala (Altingia excelsa), hingga berbagai jenis anggrek dan paku-pakuan tumbuh subur di hutan ini.

    Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, keberadaan vegetasi ini juga menjadi sumber kehidupan bagi satwa liar yang menghuni kawasan tersebut.

    Ekowisata

    Dinas Kehutanan Provinsi Lampung semakin gencar mempromosikan Tahura WAR sebagai destinasi ekowisata unggulan.

    Baca juga : eSTDB, Senjata Baru Petani Lampung Hadapi Aturan Uni Eropa

    Berbagai program telah dilakukan, seperti famtrip bagi pelaku industri pariwisata, test tour untuk menguji jalur trekking, hingga lomba foto yang menampilkan keindahan kawasan ini.

    Kawasan Tahura WAR yang kaya akan vegetasi tropis. Foto: Yopie Pangkey

    Namun, pengembangan ekowisata di Tahura bukan hanya soal menarik wisatawan.

    Konsep ini juga harus mampu menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Melalui model kemitraan, pemerintah menggandeng kelompok tani hutan (KTH) untuk berperan aktif dalam mengelola wisata berbasis masyarakat.

    Wisatawan bisa ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon, belajar tentang agroforestry, hingga berinteraksi langsung dengan warga setempat yang menjalankan usaha berbasis lingkungan.

    Tahura Wan Abdul Rahman Surga Ekowisata Lampung yang Menanti Dijelajahi

    Untuk mewujudkan Tahura Wan Abdul Rahman sebagai ikon ekowisata Lampung, peran pemerintah sangat krusial.

    Infrastruktur yang memadai, regulasi yang mendukung kelestarian, serta promosi yang lebih luas menjadi kunci keberhasilan.

    Di tengah harapan besar terhadap kepemimpinan baru Lampung, pasangan Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela (Mirza-Jihan) diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan ekowisata.

    Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku wisata, Tahura WAR bisa menjadi contoh sukses bagaimana konservasi dan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan.

    Baca juga : Pemerintah Perketat Izin Air Tanah di Metro dan Kotabumi 

    Tags: EkowisataHutan LampungJihan NurlelaLampungMirza JihanRahmat Mirzani DjausalTahuraTahura Wan Abdul RahmanTahura WAR
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Darurat Sampah di Lampung, Mirza-Jihan Dituntut Aksi Nyata

    Next Post

    Dosen Bongkar Bahaya Konsesi Tambang Kampus: Ini Perang Wacana!

    Related Posts

    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Buka Suara Terkait Penertiban Lahan di Sabah Balau

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • OJK Terbitkan PJOK Nomor 29 tahun 2023 dan POJK Nomor 30 Tahun 2023

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ilham Alawi: KUA PPAS APBD-P Bandarlampung Labrak Aturan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version