Wakil Ketua Bidang Media dan Publikasi DPW Nasdem Lampung, Rakhmat Husen, juga membenarkan soal ini.
Bahwa TKD AMIN Lampung telah menggelar rapat terkait dugaan penistaan agama oleh Komika AR.
“TKD sudah menggelar rapat dan menghasilkan beberapa poin.
“Intinya penegasan bahwa materi yang disampaikan Komika AR dalam acara tersebut di luar kesepakatan dengan Panitia dan TKD,” ujarnya.
Baca juga : Komika Lampung Dipolisikan
TKD Lampung menyatakan kekecewaannya terhadap materi yang disampaikan oleh Komika AR.
“Paling penting adalah TKD Lampung sangat kecewa dengan apa yang menjadi materi dalam stand-up tersebut,” tambahnya.
Rakhmat Husen juga mengungkapkan bahwa setelah video stand-up Komika AR viral, ia sempat ingin melaporkan ke pihak kepolisian.
Namun, atas koordinasi dengan TKD dan Timnas, keputusan untuk melaporkan ditunda.
“Husen menyampaikan alasan kesinggungannya dari materi Komika AR, termasuk penghinaan terhadap Nabi, celaan terhadap Anies, dan ejekan terhadap ketua partainya,” pungkasnya.
Berikut adalah beberapa poin hasil rapat TKD AMIN Lampung:
- TKD Amin menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Polda Lampung.
- TKD Amin sangat menyesalkan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Komika Aulia Rahman pada acara “Desak Anies,” karena tidak mencerminkan nilai-nilai kampanye Pasangan AMIN.
- Komika Aulia Rahman bukan bagian dari TKD Amin, Pelaksana Kampanye Amin, Jurkam Amin, atau orang yang ditunjuk untuk melakukan kampanye Amin, melainkan bertindak sebagai profesional yang diundang oleh komunitas untuk mengisi acara hiburan.
- Konten yang disampaikan oleh Komika Aulia Rahman bukanlah konten yang diminta oleh TKD AMIN, melainkan inisiatif sendiri, dan sebelumnya TKD AMIN melalui panitia telah menyampaikan hal-hal yang tidak boleh disampaikan terkait isu-isu SARA.
Baca juga : Antara Prabowo-Gibran dan Pemilih Bimbang
