Lappung – Umat Hindu Lampung gelar upacara Ngenteg Linggih.
Umat Hindu di Desa Restu Rahayu, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, mencatat sejarah dengan menggelar Karya Agung Ngenteg Linggih Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Dalem dan Prajapati pada Sabtu, 16 November 2024.
Baca juga : Rahmat Mirzani Djausal Terima Gelar Ksatria dari Umat Hindu Bali Lampung
Upacara ini dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Kelima, menjadi momen yang sangat dinantikan sejak berdirinya pura tersebut pada tahun 1967.
Ketua Panitia Karya Agung, Ida Bagus Santa, menjelaskan bahwa ini merupakan upacara Ngenteg Linggih pertama sejak pura didirikan.
“Saat awal didirikan, Pura Dalem hanya memiliki bangunan sederhana dan baru melaksanakan ritual melaspas alit pada 1969.
Kini, dengan tekad dan kebersamaan umat, pura ini telah berkembang menjadi pusat spiritual di desa ini,” ujarnya, Selasa, 19 November 2024.
Perjalanan Panjang Menuju Karya Agung
Persiapan untuk upacara ini dimulai sejak Mei 2024, dengan pembentukan panitia yang bertugas memastikan kelancaran rangkaian acara.
Karya Agung ini diawali dengan prosesi Matur Piuning dan Nanceb Sanggah Surya pada 2 Oktober.
Baca juga : Kemenag Lampung Serukan Khutbah Jumat Bahas Bahaya Judi Online
Acara berlanjut dengan Mapepada pada 14 November, diikuti Tawur Balik Sumpah Utama pada 15 November.
“Puncaknya adalah upacara penganyar yang digelar hari ini, sementara prosesi penutup Nyineb akan dilaksanakan pada Senin, 18 November 2024.
“Semua ini dilakukan demi memperkuat sradha bhakti umat Hindu di tanah rantau,” tambah Ida Bagus Santa.
Swadaya Masyarakat
Upacara dan pembangunan pura sepenuhnya bersumber dari dana swadaya masyarakat serta sumbangan sukarela.
Ketua adat setempat, Dewa Nyoman Ardinata, mengungkapkan bahwa 324 kepala keluarga (KK) yang menjadi pengempon pura turut berkontribusi dalam pembiayaan.
“Setiap KK urunan sebesar Rp3 juta untuk mendukung pembangunan ini.
“Meski hidup di perantauan dengan segala keterbatasan, kami bersyukur taraf ekonomi umat semakin baik, sehingga impian mewujudkan Tri Kahyangan dapat terwujud,” jelasnya.
Umat Hindu Lampung Gelar Upacara Ngenteg Linggih
Selain menjadi tonggak spiritual, upacara ini juga diharapkan memperkuat hubungan umat Hindu dengan pemerintah.
Baca juga : Lampung dan Sumatera Selatan Bersaing Kudeta Takhta Kopi Indonesia
“Kami berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pusat terhadap umat Hindu di perantauan,” harap Ida Bagus Santa.
Umat Hindu di Desa Restu Rahayu, yang mayoritas berasal dari Bali (Tabanan dan Badung), telah menetap di wilayah ini sejak 1958.
Meski jauh dari tanah kelahiran, mereka terus melestarikan tradisi dan menjaga nilai-nilai keagamaan.
Semangat di Tanah Rantau
Momen Ngenteg Linggih ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga bukti semangat umat Hindu dalam menjaga warisan budaya dan agama di tanah rantau.
Pura Dalem dan Prajapati kini menjadi simbol kebersamaan dan keteguhan mereka dalam menjalani kehidupan berlandaskan sradha bhakti.
“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kemudahan, rejeki, dan kedamaian bagi umat Hindu di Desa Restu Rahayu,” tutup Ida Bagus Santa.
Baca juga : Tol Trans Sumatera Bakauheni-Medan Siap 2029





Lappung Media Network