Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Utang Anak Muda dari Paylater Melonjak, Gaya Hidup Picu Masalah

    Utang Anak Muda dari Paylater Melonjak, Gaya Hidup Picu Masalah

    by Irjen
    07/10/2024
    in Ekonomi
    Utang Anak Muda dari Paylater Melonjak, Gaya Hidup Picu Masalah

    Ilustrasi paylater. Foto : Dokumentasi Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Utang anak muda dari paylater melonjak sebut gaya hidup picu masalah.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyoroti lonjakan utang di kalangan generasi muda akibat penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal dengan istilah paylater.

    Baca juga : Puluhan Emak-emak di Lampung Terjerat Kredit Fiktif KUR, OJK Diminta Bertindak

    Hal itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi.

    Ia menyebut bahwa fenomena ini telah menjadi perhatian serius tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

    “Paylater ini sudah menjadi perhatian regulator di seluruh dunia, termasuk kami di OJK.

    “Budaya penggunaan paylater ini mendorong tingginya utang di kalangan anak muda. Kami menyebutnya sebagai over-indebtedness, alias kebanyakan utang,” ujar Friderica, dilansir Senin, 7 Oktober 2024.

    Data OJK menunjukkan mayoritas pengguna layanan paylater di Indonesia berasal dari kelompok usia muda, khususnya generasi zoomers (Gen Z).

    Pengguna paylater terbesar berada pada rentang usia 26-35 tahun, mencapai 43,9 persen.

    Sementara itu, pengguna berusia 18-25 tahun mencatatkan angka sebesar 26,5 persen.

    Fakta ini menunjukkan bahwa hampir 70 persen pengguna paylater adalah kaum muda di bawah 35 tahun.

    Baca juga : OJK Terbitkan PJOK Nomor 29 tahun 2023 dan POJK Nomor 30 Tahun 2023

    Friderica menambahkan, tingginya penggunaan layanan ini tidak terlepas dari gaya hidup konsumtif yang semakin marak di kalangan anak muda.

    “Sebagian besar pengguna paylater menggunakan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.

    “mulai dari fesyen (66,4 persen), perlengkapan rumah tangga (52,2 persen), hingga elektronik dan gadget (34,5 persen),” jelasnya.

    Utang Anak Muda dari Paylater Melonjak Gaya Hidup Picu Masalah

    OJK juga mencatat lonjakan signifikan dalam total utang yang berasal dari penggunaan paylater.

    Hingga Juli 2024, total pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan penyedia BNPL mencapai Rp 7,81 triliun, meningkat 73,55 persen secara tahunan (year on year).

    Bahkan, jika dilihat dari bulan ke bulan, terjadi peningkatan sebesar 47,81 persen dibandingkan Juni 2024.

    Meski demikian, risiko kredit untuk BNPL di perbankan tercatat menurun.

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebutkan bahwa rasio risiko kredit turun ke level 2,24 persen per Juli 2024, dibandingkan 2,5 persen pada Juni 2024.

    Bijak Gunakan Paylater

    OJK menekankan pentingnya penggunaan layanan paylater secara bijak untuk menghindari terjebaknya anak muda dalam pusaran utang yang tidak terkendali.

    Baca juga : Pertumbuhan Double Digit, Aset Perbankan Lampung Cetak Rekor Baru

    Friderica memberikan beberapa tips bagi pengguna BNPL, antara lain:

    Mencatat Utang: 

    Pengguna harus secara rutin merekap utang yang ada untuk menghindari keterlambatan atau lupa membayar.

    Mengelola Keuangan: 

    Anak muda disarankan untuk menambah penghasilan dan mengurangi pengeluaran, serta menghindari menambah utang lain.

    Prioritaskan Utang:

    Jika dalam keadaan darurat, prioritas harus diberikan pada melunasi utang dengan menggunakan tabungan atau menjual barang yang tidak diperlukan.

    Hindari Gaya Hidup Konsumtif: 

    Pengguna BNPL diimbau untuk lebih bijak dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan, agar tidak terjebak utang demi gaya hidup.

    Aturan Dikaji

    Untuk mengatasi lonjakan utang akibat penggunaan paylater, OJK juga tengah mengkaji regulasi baru yang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi konsumen.

    Kajian tersebut mencakup berbagai aspek seperti persyaratan perusahaan pembiayaan, perlindungan data pribadi, hingga manajemen risiko dan keamanan sistem informasi.

    Dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang pesat, OJK melihat bahwa BNPL memiliki potensi besar ke depannya.

    Namun, tanpa regulasi dan literasi keuangan yang memadai, ancaman over-indebtedness di kalangan muda bisa menjadi bom waktu yang mengancam stabilitas keuangan pribadi mereka.

    Baca juga : Bingung Pilih Bank? Bandingkan Saldo Minimalnya Dulu!

    Tags: Jerat PaylaterOJKOJK LampungPaylaterPaylater di LampungUtang Anak MudaUtang Paylater
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Infrastruktur dan Singkong Jadi Fokus Arinal Djunaidi untuk Lampung Tengah

    Next Post

    Atraksi Budaya Warnai Kehadiran Arinal Djunaidi di Rakercabsus PDIP Lampung Barat

    Related Posts

    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version