Lappung – Wahdi Siradjuddin dan Forum CSR Lampung bahas daur ulang sampah.
Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin, melakukan audiensi dengan Forum CSR Lampung, terkait studi pengelolaan sampah rumah daur ulang (RDU) kota setempat.
Baca juga : Ombudsman Lampung: Jalan dan Sampah Jadi Atensi
Dalam kesempatan ini, Wahdi Siradjuddin mengaku bangga dan senang atas kunjungan dari teman-teman forum CSR Provinsi Lampung.
Yang menjadikan Kota Metro sebagai tempat studi pengelolaan sampah rumah daur ulang (RDU).
Menurut Wahdi, Kota Metro sudah masuk menjadi kota inklusif, sehingga tata ruang lingkungan dan kesadaran masyarakat harus diperhatikan.
Tak hanya itu, Wahdi ingin masyarakat sebagai manusia penghasil sampah, harus bisa bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Dia menjelaskan, Kota Metro masuk dalam 5 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, yang memiliki tugas pengampuan daerah dalam kota sehat.
“Jadi apa yang mau kita lakukan dalam 9 tatanan kota sehat tersebut, salah satunya bagaimana mengelola sampah dan manfaat sampah untuk masyarakat,” kata Wahdi, Jumat, 27 Oktober 2023.
Baca juga : Eva Dwiana Wanti-wanti Warga Jangan Bakar Sampah
Dengan pengetahuan tentang pengelolaan dan manfaat yang dimiliki masyarakat diharapkan akan menimbulkan rangsangan pada masyarakat.
“Saya sering bicara kepada teman-teman untuk saling menguatkan, berkolaborasi antar pemerintahan bersama masyarakat.
“Sehingga sumberdaya pemerintahan ini harus bergerak. Disitulah masyarakat akan menjadi hebat,” ungkapnya.
Dia juga menilai perlunya sinergitas dari pihak swasta, pemerintah termasuk forum CSR Lampung.
“Kita juga perlu memberikan ruang bagi generasi Z untuk membantu masyarakat dalam Pembangunan Kota Metro menjadi lebih baik,” bebernya.
Wahdi Siradjuddin dan Forum CSR Lampung Bahas Daur Ulang Sampah
Sementara itu, penasehat CSR Lampung, Johan, menuturkan bahwa CSR Lampung telah melakukan peninjauan secara langsung ke pengolahan sampah.
Baca juga : Rahmat Mirzani Djausal Inisiasi Kapal Pembersih Sampah
Dan akan melakukan perencanaan dari tindak lanjut bank sampah.
“Mudah-mudahan apa yang kami tinjau dapat menjadi bahan masukan kita semua di forum CSR.
“Rencananya, kami akan membuat atau mengelola bank sampah yang masih dalam bentuk rancangan di dalam forum CSR,” jelas Johan.
Johan juga meminta semua yang hadir mau bersama-sama untuk berkontribusi menjaga lingkungan.
“Di mana kita adalah yang bertanggung jawab atas sampah-sampah.
“Mudah-mudahan semuanya mau saling bersinergi untuk mengolah sampah. Kita ingin Metro ini juga menjadi cermin bagi pengelolaan sampah yang ada di Lampung,” tandasnya.
Baca juga : Titik Panas Lampung Terbanyak Kedua di Sumatera
