Lappung – WFA picu mudik lebih awal buat Pelabuhan Merak jadi sesak.
Kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 terbukti mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Baca juga : Diskon 20 Persen Tol Sumatera Sambut Mudik Lebaran 2025
Dampaknya, Pelabuhan Merak sebagai gerbang utama penghubung Jawa dan Sumatera mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pemudik dan kendaraan sejak akhir pekan lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan volume kendaraan roda empat pribadi yang ingin menyeberang, mengindikasikan masyarakat memilih menghindari potensi kepadatan arus mudik yang diperkirakan terjadi menjelang hari H Lebaran.
Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhy bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan sejumlah pemangku kepentingan terkait telah meninjau kesiapan Pelabuhan Indah Kiat sebagai area penyangga (buffer zone) pada akhir pekan kemarin.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Merak.
“Apabila area parkir di Pelabuhan Merak hampir penuh, kendaraan pribadi roda empat akan segera dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat sebagai area penyangga untuk menghindari antrean panjang,” tegas Menhub Dudi saat peninjauan, Minggu, 23 Maret 2025. .
Pelabuhan Indah Kiat memiliki kapasitas yang cukup besar, dengan luas mencapai 93.426 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.072 unit kendaraan kecil.
Baca juga : Ketua MPR RI Lepas Ratusan Pemudik Gratis Tujuan Lampung
Selain itu, Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga disiapkan sebagai kantong parkir tambahan jika Pelabuhan Ciwandan mencapai batas maksimal kapasitasnya.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, mengungkapkan data pergerakan pemudik yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak sejak Jumat, 21 Maret atau H-10 hingga Sabtu, 22 Maret atau H-9.
Total tercatat 88.396 orang dan 20.887 unit kendaraan telah menyeberang.
“Jumlah ini mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 47 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Dominasi kendaraan roda empat menjadi penyumbang utama lonjakan ini,” ujar Shelvy dalam keterangan resminya, Minggu, 23 Maret 2025.
Lebih lanjut, Shelvy merinci bahwa pada Sabtu, 22 Maret 2025 saja, jumlah penumpang mencapai 50.055 orang atau melonjak 79 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 27.898 orang.
Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 6.015 unit, meningkat tajam sebesar 102 persen dibandingkan 2.983 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
