Lappung – 5 BUMN dialokasikan Rp42 triliun dalam APBN 2023 dan APBN 2024.
Pemerintah mengumumkan rencana penambahan Penerimaan Modal Negara (PMN) dalam berbagai bentuk untuk mendukung pengembangan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2023.
Baca juga : PT Mitratani Dua Tujuh Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Hal itu disampaikan Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, pada Selasa, 12 September 2023 kemarin.
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rencana penambahan PMN dalam APBN 2023 dan rencana pemberian PMN dalam APBN 2024 kepada sejumlah BUMN.
Menkeu menyampaikan, pada tahun 2023 direncanakan ada penambahan PMN dalam bentuk tunai sebesar Rp42,8 triliun untuk 5 BUMN.
Tunai dalam bentuk cadangan pembiayaan investasi sebesar Rp4,5 triliun untuk 3 BUMN.
lalu, nontunai dalam bentuk konversi piutang APBN 2023 sebesar Rp3 triliun untuk 2 BUMN; dan nontunai berupa BMN kepada 5 BUMN.
Sementara itu, pada tahun 2024 direncanakan terdapat 3 BUMN penerima PMN yang akan dicairkan di awal triwulan I 2024 dan nantinya akan masuk dalam RUU APBN TA 2024.
Secara detail, PMN tunai di APBN 2023 akan diberikan kepada 5 BUMN.
Yaitu, PT Hutama Karya (Rp28,84 triliun), PT Perusahaan Listrik Negara (Rp10 triliun), PT Sarana Multigriya Finansial (Rp1,53 triliun).
Kemudian, PT Len Industri (Rp 1,75 triliun), dan Perum LPPNPI/Airnav Indonesia (Rp 659,19 miliar).
Baca juga : Telkom Resmikan Data Center neuCentrlX di Lampung
Sri Mulyani menjelaskan, Hutama Karya tahun 2023 ini kembali mendapatkan PMN yang signifikan yaitu Rp28,884 triliun.
PMN ini sekarang dikaitkan dengan kontrak bagi BUMN Hutama Karya menyelesaikan jalan tol Sumatera tahap 1 dan tahap 2.
“Itu ruas Betung-Tempino-Jambi dan Junction Pekanbaru-Bypass Pekanbaru,” ujar Sri Mulyani, dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Rabu, 13 September 2023.
Menkeu memaparkan, PMN Tunai yang berasal dari Cadangan Pembiayaan Investasi direncanakan sebesar Rp4,514 triliun kepada 3 BUMN.
