Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Pandawara: Pantai Terburuk dan Terkotor Ada di Bandarlampung

    Pandawara: Pantai Terburuk dan Terkotor Ada di Bandarlampung

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    09/07/2023
    in Gaya Hidup
    Pandawara: Pantai Terburuk dan Terkotor Ada di Bandarlampung

    Tangkap layar pantai di Kota Bandarlampung yang dipenuhi tumpukan sampah. Foto : Pandawaragroup

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pantai terburuk dan terkotor nomor 2 di Indonesia ternyata ada di Bandarlampung. 

    Sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan pantai di Kota Bandarlampung telah menjadi viral di media sosial. 

    Baca juga : Usai Viral di TikTok Pakai Narkoba, Oknum Kakam di Tulang Bawang Dibebaskan Polisi

    Video yang mengejutkan masyarakat ini turut menarik perhatian nasional. 

    Video tersebut memperlihatkan pemandangan yang menyerupai tempat pembuangan akhir, dengan tumpukan sampah yang mengotori pantai yang seharusnya indah.

    Pantai itu berada di jalan Ikan Selar Kecamatan Sukaraja Bandarlampung.

    Video yang diunggah pertama kali oleh akun Instagram @pandawaragroup pada Sabtu, 8 Juli 2023 itu telah banyak diunggah ulang diberbagai platform media sosial.

    Terlihat betapa parahnya keadaan pantai di Kota Bandarlampung. 

    Tepatnya di belakang Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung,

    Reruntuhan plastik, kemasan makanan, botol plastik, dan berbagai jenis sampah lainnya berserakan di sepanjang pantai.

    Hal ini menghancurkan keindahan alam yang seharusnya menjadi daya tarik wisata lokal.

    Personel Pandawara pun mengajak 1000 anak muda dan pemerintah terkait untuk bersama-sama membersihkan pantai. 

    Untuk kegiatan clean upnya, akan dilakukan pada Senin, 10 Juli 2023, sekira pukul 07.00 WIB. 

    “Lampung, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terburuk dan terkotor di Indonesia ada di daerah kalian,” kata personel Pandawa, Minggu, 9 Juli 2023. 

    Pandawara berharap, agar masyarakat bisa lebih menaruh perhatian terhadap kebersihan lingkungan.

    Baca juga : Viral Lagi, Korban Lakalantas di Lampung Timur Ditolak Ambulans

    Seiring viralnya video ini, masyarakat setempat dan kelompok lingkungan mulai bergerak. 

    Banyak juga yang mendesak pemerintah setempat untuk mengambil tindakan serius dalam menangani masalah ini.

    Pantai terburuk dan terkotor ada di Bandarlampung

    Video yang viral ini juga telah ditonton ratusan ribu kali penayangan hingga muncul di berbagai platform media sosial.

    Viralnya video ini membuat semua orang berharap bahwa tindakan yang diambil oleh pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat dapat mengubah kondisi pantai.

    Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung, Budiman P Mega, mengaku akan membantu membersihkan pantai dan memulihkan keindahannya.

    Tindakan ini diambil sebagai respons atas keprihatinan masyarakat yang semakin meningkat terhadap masalah lingkungan dan kebersihan.

    “Kami akan terjunkan 60 satgas dan 5 unit armada untuk mengangkut sampah,” kata Budiman, Minggu, 9 Juli 2023. 

    Selain itu, pemerintah kota juga akan memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah pantai. 

    Langkah ini termasuk peningkatan jumlah tempat sampah, pemasangan tanda peringatan dan pengawasan yang lebih ketat.

    Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bandarlampung membuktikan komitmen dan kepeduliannya terhadap masalah lingkungan. 

    “Melalui partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kebersihan pantai dapat dipertahankan dan menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain,” tandasnya.

    Pandawara 

    Sekadar informasi, Pandawara Grup yang terdiri dari lima orang pemuda yang berasal dari kota Bandung.

    Baca juga : Sensasi Pedas Seblak Viral di Pesawaran, Menggoda Lidah Kaum Milenial

    Di lansir dari Instagram @pandawaragroup, Pandawara Group terbentuk oleh Gilang, Ikhsan, Rifqi, Rafly, dan Agung.

    Nama Pandawara diambil dari kata Panda yaitu berasal dari kisah pewayangan Mahabrata yang artinya berlima. 

    Sementara Wara berasal dari bahasa Sunda yang artinya kabar baik. Sehingga Pandawara berarti lima pemuda yang membawa kabar baik. 

    Aktivitas mereka muncul dikarenakan lima sekawan ini prihatin akan tempat tinggalnya yang selalu banjir. 

    Pandawara Group selalu membagikan kegiatannya di media sosial hingga membuat mereka viral di TikTok. 

    Terlepas dari viralnya kegiatan mereka, Pandawara mengaku kegiatannya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membuat kegiatan berdampak. 

    Dan pada tahun 2022, TikTok menobatkan Pandawara Group sebagai salah satu TikTok Local Heroes dalam “Year on TikTok 2022”.

    Baca juga : Viral di Media Sosial Video Kapolres Lampung Selatan Evakuasi Korban Kecelakaan dan Atur Lalu Lintas

    Tags: Dinas Lingkungan HidupDLH BandarlampungPandawaraPandawara GroupPandawaragroupPantai di BandarlampungPantai Kotor Nomor 2 di IndonesiaPantai SukarajaPantai Sukaraja BandarlampungPantai Terkotor di BandarlampungPemkot Bandarlampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    18 Ribu Ekor Ayam di Pringsewu Mati Terbakar

    Next Post

    Sama-sama di Bawah Umur, Remaja di Waykanan Cabuli Anak 12 Tahun

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved