Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Kasus Kekerasan Perempuan di Lampung, Korban Pelecehan Dominan Pelajar

    Kasus Kekerasan Perempuan di Lampung, Korban Pelecehan Dominan Pelajar

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    10/08/2023
    in Metropolitan
    Kasus Kekerasan Perempuan di Lampung, Korban Pelecehan Dominan Pelajar

    Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. Foto : Arsip Anadolu Agency

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kasus kekerasan perempuan di Lampung, korban pelecehan dominan pelajar dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2023.

    Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat korban kekerasan seksual di Lampung didominasi anak-anak usia pelajar SD dan SMP.

    Baca juga : Sepanjang 2023, 17 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandarlampung

    Aplikasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini merekam kasus kekerasan perempuan di Lampung selama periode Januari-Agustus 2023.

    Saat diakses pada Selasa, 8 Agustus 2023, disebutkan bahwa total jumlah kasus kekerasan pada perempuan mencapai 429 kasus di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

    Lampung Tengah (84); Bandarlampung (68); Lampung Selatan (50); Lampung Utara (37); Way Kanan (36); Lampung Timur (29) kasus.

    Kemudian Tulangbawang Barat (29); Pesisir Barat (18); Tanggamus (16); Tulangbawang (14); Pringsewu (13); Pesawaran (11); Lampung Barat (9); Mesuji (9); Metro (6).

    Baca juga : ART di Lampung Tengah Alami Kekerasan Seksual, Dibanting Hingga Tercekik

    Dari 429 kasus kekerasan pada perempuan paling banyak adalah kekerasan seksual (333); psikis (89); fisik (78); eksploitasi (13); penelantaran (7); trafficking (5); lainnya (23).

    Berdasarkan jenjang pendidikan, korban kekerasan seksual di Lampung didominasi anak usia pelajar SLTP (156); SD (100); SLTA (92); Perguruan Tinggi (23); Tidak/Belum Pernah Sekolah (18); TK/PAUD (4) orang.

    Sementara jumlah korban berdasarkan umur, kelompok usia 13-17 (241); usia 6-12 (108); usia 25-44 (53); usia 18-24 (39); usia 0-5 (16); usia 45-59 (4); usia 60 tahun lebih (1) orang.

    Simfoni PPA juga mencatat bahwa jumlah kasus berdasarkan tempat kejadian yaitu Rumah Tangga (267); Fasilitas Umum (44); Sekolah (42); Lainnya (75).

    Baca juga : HAN 2023, Pemprov Lampung Jamin Hak dan Perlindungan Anak

    Kemudian jumlah korban berdasarkan tempat kejadian yakni Rumah Tangga (287); Lainnya (83); Sekolah (47); Fasilitas Umum (44).

    Jumlah kasus dan korban kekerasan seksual di Lampung diperkirakan lebih dari angka yang tercatat di Simfoni PPA.

    Kasus kekerasan perempuan di Lampung

    Menurut Ketua Badan Eksekutif Nasional Perserikatan Solidaritas Perempuan 2023-2027, Armayanti Sanusi, Simfoni PPA hanya bersifat informatif atau menyediakan bahan informasi.

    “Simfoni PPA tidak bisa mengklasifikasikan jenis kekerasan yang dialami. Kemudian hanya orang yang paham teknologi digital yang bisa mengupdate kasus kekerasan di Simfoni,” ujar Armayanti, Kamis, 10 Agustus 2023. 

    Korban kekerasan seksual pada perempuan, baik anak-anak maupun dewasa, sebagian besar di akar rumput.

    “Jadi sebenarnya datanya bisa banyak. Enggak terbatas data pada Simfoni. Misalnya di Tanggamus. Tapi cuma beberapa kasus yang masuk,” kata dia.

    Kapasitas dan ketersediaan sumber daya manusia sebagai operator Simfoni PPA turut menjadi salah satu kendala.

    “Simfoni PPA hanya basis informasi, belum pada proses sosialisasi cara-cara pencegahan, dan penanganan kasus,” pungkas Armayanti. 

    Baca juga : Ibu Dibunuh Ayah, Kakak Beradik di Lampung Tengah Tuntut Keadilan

    Via: Josua Napitupulu
    Tags: Kasus Kekerasan PerempuanKekerasan Perempuan di LampungPelecehan Perempuan di LampungSimfoni PPASistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan AnakSolidaritas Perempuan
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kurun Waktu Sebulan, 35 Tersangka Narkoba Digulung Polresta Bandarlampung

    Next Post

    Pematank Desak KPK Usut DPRD Tanggamus

    Related Posts

    Hari Lahir Pancasila 2026
    Metropolitan

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    03/06/2026
    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari

      8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari: Tips Rutinitas Pagi untuk Kualitas Hidup Anda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Membidik Pasar Thailand dari Pesisir Mesuji dan Tulang Bawang

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved