Lappung – Adi Prayitno sikapi pernyataan Puan Maharani soal kawan dan lawan.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, memberikan respons terhadap pernyataan Puan Maharani.
Baca juga : Ganjar Pranowo Safari Politik di Lampung
Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengenai dinamika hubungan politik di Indonesia.
Pada sebuah acara diskusi politik, Adi Prayitno memberikan komentarnya mengenai pernyataan Puan Maharani yang menyebut tentang hubungan antara kawan lama yang menjadi lawan baru dalam politik.
Menurut Adi, konsep kawan dan lawan dalam politik seharusnya dipahami secara dinamis.
“Secara prinsip, memaknai politik itu biasa-biasa saja, karena di dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi.
“Yang ada hanyalah kepentingan yang abadi,” ungkapnya, Senin, 5 November 2023.
Ia menekankan bahwa dalam dunia politik, kerap terjadi pergeseran aliansi dan persepsi mengenai siapa yang dianggap kawan atau lawan.
“Politik tidak perlu dijadikan sebagai arena konflik yang berlebihan. Hari ini teman bisa menjadi lawan, dan lawan hari ini bisa menjadi kawan besok,” lanjutnya.
Baca juga : Demo Tolak Dinasti Politik. Gibran: Salahku Opo?
Adi Prayitno juga menyoroti perilaku pasca-pemilihan umum di mana baik pihak yang menang maupun yang kalah seringkali bersedia untuk berkolaborasi demi kepentingan.
Namun, ia juga menyoroti sebagian masyarakat yang terjebak dalam konflik politik yang intens.
Sementara elit politik yang mereka dukung terkadang lebih fokus pada pemeliharaan kekuasaan.
“Iya toh, ya toh, gak bahaya tah,” kata Adi Prayitno, menggambarkan pandangan lebih santai terhadap dinamika politik yang terkadang tidak dapat dihindari.
Pernyataan Adi Prayitno ini mencerminkan pemahaman yang lebih luas tentang politik di Indonesia.
Di mana konsep kawan dan lawan tidak selalu statis, dan kepentingan politik seringkali menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika politik di tanah air.
Kawan Jadi Lawan





Lappung Media Network