Lappung – Ribuan kendaraan perusahaan di Lampung nunggak pajak PT GGP dan MBM jadi juara.
Data terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung mengungkap fakta mengejutkan.
Baca juga : Ribuan Kendaraan Dinas di Lampung Nunggak Pajak, Tuba di Puncak Daftar
Sebanyak 9.120 kendaraan milik 90 perusahaan di Lampung tercatat menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB) hingga akhir tahun 2024.
Jumlah ini cukup signifikan dan menunjukkan adanya masalah serius dalam kepatuhan pajak perusahaan di wilayah tersebut.
Dua perusahaan swasta besar, PT Great Giant Pineapple (GGP) dan PT Mitra Bisnis Madani (MBM), menjadi penyumbang terbesar tunggakan pajak dengan masing-masing memiliki ribuan kendaraan yang belum membayar pajak.
Menariknya, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga tercatat memiliki ratusan kendaraan yang menunggak pajak.
Menanggapi temuan ini, Kepala Bidang Pajak Bapenda Lampung, Intania Purnama, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat teguran kepada seluruh perusahaan yang tercatat menunggak pajak.
Baca juga : DJP Bengkulu-Lampung Serahkan Tersangka Pajak ke Kejaksaan, Negara Rugi Ratusan Juta
Hanya PT Gula Putih Mataram (GPM) yang memberikan tanggapan dengan alasan sebagian kendaraannya sudah tidak beroperasi lagi.
“Kami terus berupaya untuk melakukan penagihan kepada seluruh wajib pajak.
“Bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya, kami akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegas Intania, dilansir pada Rabu, 22 Januari 2025.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Lampung, Slamet Riadi, menekankan pentingnya kepatuhan pajak bagi setiap wajib pajak, termasuk perusahaan.
Pajak merupakan sumber pendapatan daerah yang sangat penting untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
“Kami berharap semua wajib pajak, terutama perusahaan-perusahaan besar, dapat memenuhi kewajibannya membayar pajak.
Baca juga : Gelapkan Pajak Miliaran Rupiah, Pengusaha Lampung Utara Ditahan Kejaksaan
“Pajak yang mereka bayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik lainnya,” ujar Slamet.
Ribuan Kendaraan Perusahaan di Lampung Nunggak Pajak PT GGP dan MBM Jadi Juara
Berikut adalah daftar perusahaan di Lampung dengan tunggakan pajak kendaraan bermotor tertinggi:
- PT Mitra Bisnis Madani 1.037 unit
- PT Great Giant Pineapple 1.035 unit
- PT Serasi Autoraya 537 unit
- PT Bank Rakyat Indonesia 336 unit
- PT Zaza Anugerah Mandiri Perkasa 301 unit
- PT Adi Sarana Armada TBK 252 unit
- PT Tunas Baru Lampung TOK 212 unit
- PT Petromart Desa Mandiri 202 unit
- PT Gula Putih Mataram 199 unit
- PT Indomarco Prismatama 165 unit
- PT Nusantara Surya Sakti 148 unit
- PT Masa Kini Mandiri 142 unit
- PT Gunung Madu Plantation 141 unit
- PT Sumber Alfaria Trijaya TBK 131 unit
- PT Jasa Angkutan Sejahtera 127 unit
- PT Lampung Distribusindo Raya 125 unit
- PT Surya Madistrindo 123 unit
- PT Usaha Remaja Mandiri 119 unit
- PT Lautan Teduh Interniaga 119 unit
- PT Budi Acid Jaya TBK 115 unit
- PT Hutama Sari Bumi 112 unit
- PT Tridharma Yoga Multi Marina 111 unit
- PT Sweet Indolampung 103 unit
- PT Ciomas Adisatwa 99 unit
- PT Aman Jaya Perdana 97 unit
- PT Tunas Dwipa Matra 95 unit
- PT Ramos Brother Mas Sempurna 94 unit
- PT BRI Tbk Cabang Metro 92 unit
- PT Kencana Acidindo Perkasa 91 unit
- PT Central Pertiwi Bratasena 86 unit
- PT Tulus Adjie Perkasa 80 unit
- PT Prima Perkasa Sukses Makmur 79 unit
- PT Surya Sudeco 76 unit
- PT Sumber Indah Perkasa 76 unit
- PT Prima Langgeng Dian Agung 72 unit
- PT Nusantara Tropical Fruit 71 unit
- PT Truaya Tirta Dharma 67 unit
- PT Sorento Nusantara 66 unit
- PT Trans Bandar Lampung 65 unit
- PT Sungai Budi 60 unit
- PT Alfero Mineral Sejahtera 59 unit
- PT Astra International TBK 59 unit
- PT Richland Logistics Indonesia 54 unit
- PT Silva Inhutani Lampung 50 unit
- PT Bangun Lampung Jaya 50 unit
- PT Maju Bersama Langkah Prima 50 unit
- PT Perkebunan X 48 unit
- PT Sinar Pematang Mulia 47 unit
- PT Agro Artha Surya 47 unit
- PT Raja Rimba Group 47 unit
- PT Budi Satria Wahana Motor 46 unit
- PT Waterindex Tirta Lestari 46 unit
- PT Simpur Motor Lestari 45 unit
- PT Central Pertiwi Bahari 44 unit
- PT Sarana Indotrans Maxmur 41 unit
- PT Mitra Pinasthika Mustika Rent 39 unit
- PT Csm Corporatama 39 unit
- PT Lampung Interpertiwi 39 unit
- PT Telkom 39 unit
- PT Arta Boga Cemerlang 37 unit
- PT Puspa Jaya Transport 37 unit
- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah TBK 36 unit
- PT Purna Arena Yudha 36 unit
- PT Budi Dwiyasa Perkasa 36 unit
- PT Indomarco Adi Prima 36 unit
- PT Maju Tambak Sumur 36 unit
- PT Tirtha Wandhira Utama 35 unit
- PT Persada Lampung Nusantara 34 unit
- PT Bangun Nusa Indah Lampung 34 unit
- PT Sariksa Putra Mandiri 34 unit
- PT Adiguna Sejahtera Mandiri 33 unit
- PT Mitra Makmur Sejati Utama Logistics 32 unit
- PT Trans Lampung Utama 32 unit
- PT Adikarya Gemilang 32 unit
- PT Vicindo Jaya Makmur 31 unit
- PT Pemukasakti Manisindah 31 unit
- PT Surya Lampung Perkasa 30 unit
- PT Bara Kencana Cemerlang 30 unit
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK Kantor CA 30 unit
- PT Tri Citra Perdana 30 unit
- PT Disanta 29 unit
- PT Hasil Sinar Baru Sentosa 29 unit
- PT Surya Alam Sejahtera Lampung 28 unit
- PT Multijaya Adyaraya 27 unit
- PT Sinar Arga Mandiri 27 unit
- PT Sembaja Lampung 27 unit
- PT Putra Karo Mandiri 27 unit
- PT Langgeng Prima Mandiri 27 unit
- PT BRI (Persero)TBK 27 unit
- PT Daya Anugrah Mandiri 27 unit
Baca juga : Pajak Air Permukaan Sumbang PAD Lampung, Pendapatan Capai Rp7 Miliar





Lappung Media Network