Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember, Karya: Mahendra Utama

    Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember, Karya: Mahendra Utama

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    03/06/2025
    in Gaya Hidup
    Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember, Karya: Mahendra Utama

    Pekerja pabrik pengolahan PT Mitratani Dua Tujuh saat menerima hasil panen edamame. Foto: arsip pribadi Mahendra Utama

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember karya dari Mahendra Utama.

    Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember karya Mahendra Utama ini merupakan sebuah ode atau pujian terhadap keindahan alam dan kekayaan agrikultural Kabupaten Jember, Jawa Timur.

    Baca juga : Selat Sunda: Perahu Kertas Negeri, Karya: Mahendra Utama

    Melalui personifikasi dan metafora yang indah, Mahendra Utama menggambarkan hubungan harmonis antara alam Jember dan hasil buminya, khususnya edamame dan okra.

    Singkatnya, syair ini adalah sebuah puisi deskriptif dan apresiatif yang menggunakan dua komoditas pertanian unggulan Jember, edamame dan okra, sebagai titik fokus untuk merayakan keindahan alam, kekayaan bumi, dan keberkahan yang dianugerahkan kepada daerah tersebut.

    Baca juga : Hanya Lelah Tiada Bertepi, Karya Mahendra Utama 

    Syair Edamame dan Okra di Bumi Jember

    Karya: Mahendra Utama

     

    Di Jember yang permai, tanah subur dan asri,

    Hutan Meru Betiri membentang, menghijaukan hati.

    Edamame mengintip di balik rerimbun,

    Bagaikan mutiara, di pagi yang membangun.

     

    Pantai Puger berdebur, ombak menari riang,

    Okra tegak berdiri, di ladang yang lapang.

    Bendinya runcing, hijau berseri memancarkan cahaya,

    Menyapa mentari, di tepian bahari.

     

    Gunung Argopuro, megah menjulang tinggi,

    Menjaga edamame, tumbuh merendah diri.

    Kacangnya lembut, dalam polong tersembunyi,

    Hadiah bumi, untuk insan yang berbakti.

     

    Masjid Cheng Ho berdiri, syiar berkelap-kelip,

    Menyaksikan okra, di tanah yang kaya tip.

    Keduanya sajian, nikmat penuh khasiat,

    Anugerah alam, tiada banding taraf.

     

    Di Jember yang elok, edamame dan okra bersatu,

    Simbol kesuburan, rahmat Ilahi selalu.

    Meru Betiri, Puger, Argopuro, Cheng Ho,

    Saksi keagungan, di bumi bertuah ini jua.

     

    Kaliwates, Jember 4 September 2024

    Baca juga : Untuk Faisol Riza: Lanskap Perjuangan, Karya: Mahendra Utama

    Tags: Edamame JemberM27Mahendra UtamaMasjid Cheng HoMitratani Dua TujuhOkra JemberPertanian JemberPuisi JemberSastra IndonesiaSyair Jember
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Gagal di Bawaslu, Paslon 01 Minta MK Batalkan KPU dan Diskualifikasi Pemenang PSU Pesawaran

    Next Post

    Lahan, Mesin, dan Utang Triliunan: Kisruh Lama Sugar Group vs Marubeni Terbuka Lagi

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved