Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah

    Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    25/07/2025
    in Gaya Hidup
    Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah

    Mahendra Utama dan Yoga Swara, di Stadion Sumpah Pemuda, markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Provinsi Lampung memasuki babak baru dalam peta sepak bola nasional.

    Kehadiran klub Liga 1, Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPL FC), yang resmi memindahkan markasnya ke Bandarlampung, tidak hanya menjadi kabar gembira bagi para pencinta bola, tetapi juga diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi dan simbol identitas baru bagi masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

    Baca juga : Borong Pemain, Bhayangkara Presisi Lampung FC Pamer Kekuatan dengan 11 Legiun Asing

    Kepindahan yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara manajemen klub dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ini dipandang sebagai langkah strategis untuk pembangunan daerah melalui jalur olahraga profesional.

    Berdasarkan analisis dan pengalaman dari kota-kota lain yang memiliki klub Liga 1 seperti Sleman (PSS), Malang (Arema), dan Makassar (PSM), kehadiran BPL FC diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan.

    Potensi Perputaran Uang

    Menurut pemerhati pembangunan, Mahendra Utama, setiap pertandingan kandang sebuah klub Liga 1 berpotensi menghasilkan perputaran uang antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.

    “Dengan estimasi 17 laga kandang dalam satu musim kompetisi, kehadiran BPL FC berpotensi menciptakan perputaran uang langsung di Bandarlampung sekitar Rp8 miliar hingga Rp12 miliar per tahun,” jelasnya, Jumat, 25 Juli 2025.

    Geliat ekonomi ini diperkirakan akan dirasakan langsung oleh berbagai sektor, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Baca juga : Bau Messi di Lampung, Bhayangkara FC Rekrut Penyerang Jebolan Inter Miami

    Para pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi lokal, usaha percetakan, hingga penjual merchandise di sekitar Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, diprediksi akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

    Selain itu, proses renovasi Stadion Sumpah Pemuda yang tengah berjalan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga telah membuka lapangan kerja padat karya bagi masyarakat lokal.

    Pemersatu dan Kebanggaan

    Di luar aspek ekonomi, kehadiran BPL FC diharapkan mampu menjadi simbol pemersatu dan menumbuhkan kebanggaan kolektif baru bagi masyarakat Lampung yang beragam.

    Sepak bola diyakini mampu meleburkan sekat-sekat sosial, etnis, dan agama dalam satu semangat dukungan untuk tim daerah.

    “Dalam stadion, yang ada hanyalah semangat mendukung lambang kebanggaan bersama.

    “Lampung kini memiliki simbol baru yang bisa menyatukan identitas lokal melalui jalur olahraga,” ujar Mahendra.

    Lebih jauh lagi, kehadiran klub profesional ini diharapkan dapat memicu tumbuhnya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi lokal yang berkualitas.

    Hal ini membuka jalan bagi anak-anak muda Lampung untuk meniti karier sebagai pesepakbola profesional di tanah kelahiran mereka sendiri.

    Peran Kunci di Balik Layar

    Langkah strategis ini tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang jeli melihat peluang.

    Baca juga : Mesin Gol Kembali, Spaso Resmi Pimpin Lini Depan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Liga 1

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dinilai memainkan peran sentral dalam merespons cepat tawaran dari Bhayangkara FC untuk ber-homebase di Lampung.

    Di sisi lain, tokoh muda Lampung, Yoga Swara, juga disebut sebagai figur kunci yang menjadi jembatan antara semangat anak muda daerah dengan inisiatif para pemangku kepentingan.

    Komitmennya dalam mengawal proses relokasi hingga konsolidasi publik menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan yang responsif.

    Tantangan

    Meski euforia tengah melanda, berbagai pihak mengingatkan agar momentum ini tidak berhenti sebagai perayaan sesaat.

    Tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan dampak positif dari kehadiran BPL FC.

    Pemerintah daerah diharapkan dapat menjamin stadion tetap menjadi ruang publik yang inklusif dan terawat.

    Sementara itu, pihak klub didorong untuk serius dalam melibatkan talenta-talenta lokal melalui program pembinaan usia dini yang terstruktur.

    Dengan komitmen bersama, Bhayangkara Presisi Lampung FC diharapkan tidak hanya menjadi sebuah klub sepak bola, tetapi juga menjadi akselerator pembangunan, simbol persatuan, dan kebanggaan yang berakar kuat di hati masyarakat Lampung.

    Baca juga : Asprov PSSI Libatkan Bhayangkara FC dan Timnas Latih SSB Se-Lampung

    Tags: Berita BolaBerita LampungBhayangkara FCBhayangkara Presisi Lampung FCBPL FCEkonomi LampungIndustri OlahragaLampungLiga 1Mahendra UtamaRahmat Mirzani DjausalSepak Bola IndonesiaStadion Sumpah PemudaUMKM LampungYoga Swara
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Setelah Lampung Selatan, Giliran Pimpinan BUMD Waykanan Diciduk Jaksa

    Next Post

    Garis Kemiskinan Naik, Namun Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Justru Berkurang

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved