Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Daya Beli Petani Lampung Melemah, NTP Juli 2025 Turun 2,46 Persen

    Daya Beli Petani Lampung Melemah, NTP Juli 2025 Turun 2,46 Persen

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    03/08/2025
    in Ekonomi
    Daya Beli Petani Lampung Melemah, NTP Juli 2025 Turun 2,46 Persen

    Nilai Tukar Petani (NTP) selama Juli 2025 sebesar 125,15. Foto: Arsip BPS Lampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kondisi kesejahteraan petani di Provinsi Lampung menunjukkan tren pelemahan pada pertengahan tahun ini.

    Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data terbaru yang menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) selama Juli 2025 sebesar 125,15.

    Baca juga : Beda Data BPN, BPS, Hingga DPR, Ukur ulang HGU SGC Jadi Kunci Bongkar Pajak

    Angka ini turun 2,46 persen jika dibandingkan dengan NTP Juni 2025 yang berada di level 128,31.

    Penurunan NTP, yang merupakan indikator utama daya beli atau kemampuan tukar produk pertanian dengan barang dan jasa lainnya, menandakan bahwa pendapatan petani secara relatif menurun dibandingkan dengan pengeluaran mereka.

    Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, dalam rilis resminya menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi karena adanya tekanan dari dua sisi sekaligus.

    “Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 2,07 persen, sementara di sisi lain Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru naik sebesar 0,41 persen,” sebut laporan tersebut, dikutip pada Minggu, 2 Agustus 2025.

    Baca juga : Data BPS: Pengangguran Lampung Melandai Jadi 4,07 Persen, Perempuan Masih Tertinggal

    Dengan kata lain, harga jual hasil panen petani mengalami penurunan, namun biaya untuk kebutuhan hidup dan biaya produksi justru mengalami kenaikan.

    Kopi dan Sapi

    Jika dibedah lebih dalam, penurunan NTP pada Juli 2025 dipengaruhi oleh anjloknya NTP pada beberapa subsektor pertanian vital di Lampung.

    Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami penurunan paling tajam, yaitu sebesar 6,54 persen.

    Pemicu utamanya adalah jatuhnya harga komoditas kopi yang pasokannya melimpah akibat musim panen di berbagai daerah.

    Selain itu, 2 subsektor lain yang turut menekan NTP adalah:

    1. Subsektor Peternakan (NTPT), yang turun 0,85 persen akibat menurunnya harga komoditas sapi potong setelah permintaan berkurang pasca momen tertentu.
    2. Subsektor Perikanan Budidaya (NTPi), yang juga terkoreksi 0,82 persen, terutama didorong oleh melimpahnya pasokan udang payau yang memasuki musim panen.

    Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia

    Meskipun secara umum daya beli petani melemah, tidak semua subsektor mengalami nasib serupa.

    Beberapa komoditas justru menunjukkan performa positif dan menahan laju penurunan NTP lebih dalam.

    Subsektor Tanaman Hortikultura (NTPH) menjadi primadona dengan lonjakan NTP tertinggi, yaitu sebesar 5,80 persen.

    Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga komoditas tomat akibat ketersediaan pasokan yang menipis.

    Subsektor lain yang mencatatkan hasil positif antara lain:

    • Subsektor Tanaman Pangan (NTPP), naik 1,57 persen. Faktor utamanya adalah kenaikan harga gabah seiring berakhirnya musim panen raya yang membuat stok berkurang.
    • Subsektor Perikanan Tangkap (NTN), naik 1,31 persen. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya harga komoditas rajungan karena pasokan yang sedikit di luar musim panen.

    Secara keseluruhan, data ini menunjukkan dinamika yang kontras di sektor pertanian Lampung, di mana petani perkebunan dan peternakan menghadapi tekanan berat, sementara petani pangan dan hortikultura masih bisa sedikit bernapas lega pada Juli 2025.

    Baca juga : BPS: Anak Lampung Cuma Lulus SMA

    Tags: Berita Ekonomi LampungBPS LampungDaya Beli PetaniHarga KopiHarga TomatHortikulturaJuli 2025Kesejahteraan PetaniLampungNilai Tukar PetaniNTP LampungPerkebunan RakyatPertanian LampungPetani Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kepala BPN Kota Metro Sambangi Gubernur Lampung

    Next Post

    Adu Siap Tim Promosi di Super League: Bhayangkara Presisi Lampung FC Jor-joran, PSIM dan Persijap? 

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved