Lappung – Provinsi Lampung mendapatkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp919 miliar yang akan didistribusikan kepada 15.381 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepastian ini didapat dalam agenda nasional Akad Massal KUR yang diikuti serentak oleh 38 provinsi secara virtual, kemarin.
Baca juga : Ingin UMKM Naik Kelas? Stop Ngeles, Urus SNI Sekarang
Program tersebut merupakan langkah strategis pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran modal produktif dan memperkuat struktur usaha kecil.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengikuti prosesi akad massal tersebut dari Aula Mahan Agung, Bandarlampung.
Ia menyaksikan langsung penandatanganan simbolis penyaluran KUR bersama jajaran pemerintah daerah dan perbankan.
“Ini adalah momentum penting untuk UMKM Lampung naik kelas.
“Alokasi Rp919 miliar ini harus tepat sasaran untuk menggeliatkan ekonomi di daerah,” ujar Jihan Nurlela, diikutip pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Di tingkat nasional, acara ini dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, dan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Acara itu menghubungkan total 800.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia yang menerima pembiayaan secara serentak.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga Hartarto menyampaikan kabar gembira bagi pelaku usaha kecil.
Pemerintah akan memberlakukan kebijakan penghapusan utang macet UMKM agar mereka dapat kembali mengakses kredit perbankan (bankable).
“Pelaku UMKM adalah pahlawan ekonomi bangsa. Pemerintah berkomitmen penuh memperluas akses pembiayaan produktif,” tegas Airlangga.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan penyaluran KUR tahun ini mencapai Rp300 triliun.
Fokusnya pun digeser, dengan target 65 persen alokasi disalurkan ke sektor produksi, naik dari capaian sebelumnya sebesar 60 persen.
Airlangga juga menyoroti kualitas kredit program ini yang tetap terjaga.
“Tingkat kredit macet (NPL) KUR hanya 2,28 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman non-KUR yang mencapai 4,55 persen,” jelasnya.
Baca juga : Lampung Fest 2025: Ketika Daerah Berani Mandiri dan Kolaborasi
Senada dengan Menko Airlangga, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan program ini ditargetkan mampu menciptakan 6 hingga 9 juta lapangan kerja baru secara nasional.
“Penyaluran KUR ini penting untuk menggeser pembiayaan dari konsumtif ke produktif yang menggerakkan ekonomi daerah,” kata Maman.
Selain fokus pada KUR usaha, pemerintah juga meluncurkan program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dengan tambahan anggaran Rp130 triliun.
Program ditujukan untuk membangun 320 ribu unit rumah, sekaligus memberdayakan kontraktor lokal setingkat UMKM.
Di Lampung sendiri, prosesi penyerahan KUR secara simbolis dipimpin oleh Wagub Jihan Nurlela dan Direktur Utama Bank Lampung, Mahdi Yusuf.
4 debitur perwakilan menerima pembiayaan, yakni Thian Saputra (usaha bengkel, Rp20 juta), Dian Ratnasari (usaha furniture, Rp50 juta), Rahmat Hidayat (usaha bengkel las, Rp50 juta), dan Muhammad Suharto (usaha warung sembako, Rp70 juta).
Baca juga : 6 Kabupaten Raja Lada Hitam Lampung





Lappung Media Network