Lappung – Sosok dai muda, Gus Atoilah, berpamitan dengan masyarakat Lampung untuk kembali ke Pulau Jawa.
Meski melanjutkan perjuangan dakwah di kampung halamannya, kepergian Gus Atoilah meninggalkan kesan dan warisan ilmu yang mendalam bagi para jemaah di Tanah Lampung.
Baca juga : Haji Ahmad Moetaba Ultah, Mahendra Utama: Sosok Kiai Politik Teladan di DPRD DKI Jakarta
Perpisahan tersebut diiringi rasa haru sekaligus doa dari masyarakat yang telah banyak mendapat pencerahan darinya.
Selama aktif berdakwah di Lampung, Gus Atoilah dikenal sebagai sosok pendakwah yang ramah, berilmu, dan mampu merangkul semua kalangan.
Gaya ceramahnya yang sejuk dan membumi dinilai berhasil membuat banyak jamaah merasa dekat.
Ia tidak hanya aktif dalam kegiatan dakwah, tetapi juga dalam berbagai kajian dan pembinaan umat di berbagai wilayah.
Salah satu jamaah, Febrian Maulana, memberikan kesaksian atas dampak positif yang ditinggalkan Gus Atoilah.
Menurutnya, sang dai tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembinaan karakter.
Baca juga : Untuk Hajjah Balqis Aliyah Sang Pelita yang Kembali
“Beliau bukan sekadar memberi ilmu, tapi juga menanamkan nilai keikhlasan dan semangat hijrah di tengah masyarakat,” ujar Febrian, Rabu, 5 November 2025.
Meski berat, masyarakat meyakini kepulangan Gus Atoilah ke Pulau Jawa adalah bagian dari ladang perjuangan yang lebih luas.
Hal ini ditegaskan oleh salah satu sahabat dekatnya, KH Maula Ibrahim Murad Al-Hafidz Al-Makky.
Menurut KH Maula, semangat dakwah tidak boleh terikat oleh batas geografis.
“Perpisahan ini bukan akhir dari segalanya. Justru menjadi pengingat bahwa dakwah tidak terikat tempat, selama niatnya lillah,” ungkapnya.
Masyarakat Lampung melepaskan kepergian Gus Atoilah dengan iringan doa dan ucapan terima kasih.
Jejak langkah dan cahaya ilmu yang telah ia tinggalkan diyakini akan terus menjadi teladan dan pencerahan bagi umat di Lampung.
Baca juga : LBH Bandarlampung Tolak Keras Gelar Pahlawan untuk Penjahat HAM!





Lappung Media Network