Lappung – Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) periode Agustus 2025 mengungkap fakta menarik terkait peta ketenagakerjaan di Provinsi Lampung.
Meski dikenal sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera dengan posisi strategis, provinsi ini masih bergulat dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,91 persen.
Baca juga : Revolusi Birokrasi Lampung: Lelang Jabatan Dihapus, Eselon II Dipilih Lewat Kotak Talenta
Dari data tersebut, sorotan tidak hanya tertuju pada Kota Bandarlampung yang masih kokoh di peringkat pertama sebagai penyumbang pengangguran terbanyak.
Perhatian publik kini beralih ke Kabupaten Lampung Selatan yang menempati urutan ketiga.
Masuknya Lampung Selatan dalam daftar zona merah pengangguran ini menjadi paradoks tersendiri.
Pasalnya, kabupaten ini kini berada di bawah kendali Radityo Egi Pratama, kepala daerah yang memegang status sebagai bupati terkaya di Bumi Ruwa Jurai.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Radityo tercatat mengantongi total kekayaan mencapai Rp34,7 miliar.
Angka fantastis tersebut menempatkannya di posisi nomor 1 dalam daftar kepala daerah paling tajir se-provinsi.
Besarnya aset sang pemimpin daerah kini dihadapkan pada realitas lapangan di mana angka TPT Lampung Selatan menyentuh 4,84 persen.
Situasi ini menjadi ujian perdana bagi visi pembangunan Radityo.
Baca juga : Generasi Muda Memimpin Lampung: Akselerasi atau Terjebak Zona Nyaman?
Dalam keterangannya yang dilansir dari laman resmi pemerintah daerah, Radityo menegaskan bahwa jabatannya adalah mandat aspirasi warga.
“Kami akan bekerja sebaik-baiknya untuk membangun kemajuan di Lampung Selatan,” ucapnya, menjanjikan perbaikan taraf hidup bagi masyarakat di wilayah ujung selatan Sumatera tersebut, dikutip pada Selasa, 25 November 2025.
Peringkat Daerah Pengangguran Tertinggi
Secara rinci, BPS merilis 5 daerah yang menjadi kantong pengangguran terbesar di Lampung. Berikut urutannya dari yang tertinggi:
- Kota Bandar Lampung (7,44 persen). Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, ibu kota provinsi ini justru mencatat angka TPT tertinggi, jauh di atas rata-rata provinsi.
- Kabupaten Lampung Utara (5,85 persen). Kabupaten tertua ini menyusul di posisi kedua dengan angka yang juga cukup signifikan.
- Kabupaten Lampung Selatan (4,84 persen). Kabupaten ini mengisi posisi tiga besar, menjadi tantangan berat bagi pemerintahan baru.
- Kabupaten Pringsewu (4,39 persen). Wilayah yang dikenal sebagai jejaring perdagangan ini berada di posisi keempat.
- Kabupaten Pesawaran (4,36 persen). Daerah penyangga wisata ini menutup daftar lima besar penyumbang pengangguran.
Baca juga : Lampung di Simpang Jalan: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Berjalan Seiring dengan Kualitas Kerja





Lappung Media Network