Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Hilirisasi, Kolaborasi, dan Energi Surya: Menakar Wajah Baru Industri Lampung 2025

    Hilirisasi, Kolaborasi, dan Energi Surya: Menakar Wajah Baru Industri Lampung 2025

    Irjen by Irjen
    06/01/2026
    in Ekonomi
    Hilirisasi, Kolaborasi, dan Energi Surya: Menakar Wajah Baru Industri Lampung 2025

    Ilustrasi: Lanskap kawasan industri terpadu yang memadukan pengolahan komoditas unggulan dan pemanfaatan energi surya (PLTS) terapung, sebagai wujud transformasi ekonomi hijau dan hilirisasi di Provinsi Lampung tahun 2025. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Citra Provinsi Lampung sebagai sekadar “Gerbang Sumatera” dan penyedia bahan mentah dinilai mulai bergeser.

    Sepanjang tahun 2025, provinsi ini menunjukkan tren positif dalam transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan keseriusan dalam transisi energi hijau.

    Baca juga : Hilirisasi Industri 2024-2025: Angka Gemilang, Tantangan Nyata

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti pertumbuhan signifikan di sektor industri pengolahan yang mencapai 9,37 persen pada semester pertama 2025.

    Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa strategi nilai tambah komoditas lokal mulai berjalan efektif.

    “Lampung diam-diam berubah dalam 5 tahun terakhir. Kita tidak lagi hanya bicara soal kirim singkong, kopi, atau sawit mentah ke luar.

    “Sekarang investor melirik Lampung karena ekosistem industrinya mulai terbentuk, bukan cuma karena tanah murah,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

    Investasi

    Klaim tersebut didukung oleh data realisasi investasi.

    Hingga Triwulan III 2025, investasi yang masuk ke Lampung tercatat menembus Rp12,95 triliun.

    Angka itu setara dengan 120 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.

    Mahendra menilai kebijakan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang menekankan larangan ekspor bahan mentah menjadi katalis utama lonjakan.

    Meski demikian, Mahendra memberikan catatan kritis agar industrialisasi ini tidak menjadi bumerang.

    “Hati-hati, industrialisasi tanpa kolaborasi hanya akan memperlebar ketimpangan. Yang kaya makin kaya, yang bawah tertinggal,” tegasnya.

    Mahendra juga menekankan peran vital asosiasi pengusaha seperti Kadin, APINDO, dan HIPMI untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

    Ia menyoroti 3 poin krusial yang harus dikawal:

    Pendidikan Vokasi: Harus selaras (link and match) dengan kebutuhan pabrik agar bonus demografi tidak menjadi bencana pengangguran karena ketidakcocokan keahlian.

    Pelibatan UMKM: Tidak sekadar menjadi objek CSR seremonial, tetapi masuk secara nyata ke dalam rantai pasok industri.

    Upah Layak: Murahnya tenaga kerja tidak boleh lagi dijadikan alat jualan utama untuk menarik investor.

    “Itu bukan daya saing, itu eksploitasi,” cetus Mahendra.

    Baca juga : Emas Hijau Lampung: Saatnya Tarik Investasi Hilirisasi Kelapa dan Tembus Pasar China

    Sejauh ini, dampak positif mulai dirasakan dengan serapan bahan baku lokal yang mencapai 75 persen, yang turut berkontribusi pada penurunan kemiskinan ekstrem hingga 0,90 persen di tahun 2024.

    Di balik optimisme tersebut, Mahendra mengingatkan adanya satu hambatan besar yang bisa menjegal laju hilirisasi, ketersediaan energi.

    Lampung diperkirakan menghadapi defisit listrik hingga 500 MW.

    “Hilirisasi butuh energi besar. Kalau defisit ini tidak dibereskan, industri akan mandek di tengah jalan,” analisisnya.

    Oleh karena itu, rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah waduk strategis seperti Batutegi dan Margatiga dinilai sangat krusial.

    Menurut Mahendra, langkah ini bukan hanya soal menambah pasokan daya, tetapi juga menentukan arah masa depan industri Lampung yang lebih ramah lingkungan.

    “Ini tentang pilihan, mau industri yang terus-menerus berasap atau mulai hijau?

    “Jika hilirisasi, kolaborasi, dan energi terbarukan ini jalan beriringan, industri Lampung bisa menjadi mesin kesejahteraan nyata, bukan sekadar angka cantik di atas kertas,” tutup Mahendra.

    Baca juga : Hilirisasi Bangun Lampung Emas

    Tags: #EnergiSurya #GubernurMirza#IndustriLampung#MahendraUtamaHilirisasiLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Diwarnai 2 Kartu Merah, Bhayangkara Presisi Lampung FC Sudahi Perlawanan Dewa United

    Next Post

    Dukung Konektivitas Wilayah, Bus DAMRI Liwa-Lumbok Seminung Mulai Mengaspal

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved