Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Lampung Bisa Contoh Sukses Jabar Ekspor Ayam Karkas Bernilai Tinggi.
Lampung Bisa Contoh Sukses Jabar Ekspor Ayam Karkas Bernilai Tinggi
Oleh: Mahendra Utama*
Jawa Barat Buktikan Hilirisasi Ayam Dongkrak Ekonomi Daerah
Lampung kini berada di persimpangan emas. Rencana Gubernur Lampung menerbitkan peraturan yang mewajibkan ayam keluar daerah hanya dalam bentuk karkas adalah langkah visioner yang patut diapresiasi.
Jawa Barat telah lebih dulu menempuh jalan ini lewat Pergub No. 59 Tahun 2023 dan hasilnya menjanjikan. Kini giliran Lampung menuai manfaat serupa.
Mengapa Karkas Lebih Menguntungkan?
Mengirim ayam hidup artinya mengirim seluruh nilai tambah ke daerah tujuan. Pemotongan, pengemasan, hingga distribusi dingin selama ini dinikmati provinsi tetangga.
Dengan kewajiban karkas, seluruh proses itu dikerjakan di Lampung. Lapangan kerja baru terbuka, pendapatan daerah meningkat, dan yang terpenting, kesejahteraan pelaku usaha lokal terdongkrak.
Belajar dari Keberhasilan Jawa Barat
Keberhasilan Jawa Barat bertumpu pada tiga pilar. Pertama, keberanian merebut posisi hilir dalam rantai nilai industri perunggasan.
Kedua, investasi masif pada rumah potong ayam modern dan armada truk berpendingin.
Ketiga, pembinaan peternak kecil agar terhubung dengan fasilitas pemotongan. Hasilnya, daging ayam kemasan dari Jawa Barat kini membanjiri pasar nasional dengan harga kompetitif dan kualitas terjamin.
Tiga Kunci Sukses untuk Lampung
Lampung memiliki modal besar sebagai lumbung ayam nasional. Agar kebijakan ini sukses, ada beberapa hal yang perlu disiapkan.
A. Percepat Infrastruktur Rumah Potong Ayam.
Kapasitas pemotongan harian harus memadai. Pemerintah Provinsi Lampung dapat memberikan insentif bagi investor yang mendirikan rumah potong ayam di sentra peternakan.
Koperasi peternak juga bisa didorong memiliki rumah potong mini berstandar higiene. Semakin banyak fasilitas tersedia, semakin cepat ayam peternak terserap.
B. Kemitraan Peternak dan Pengusaha.
Peternak mandiri jangan sampai tertinggal. Konsep inti-plasma yang sukses di berbagai daerah bisa direplikasi.
Rumah potong ayam besar bermitra dengan peternak kecil dalam pola harga yang adil. Pemerintah cukup menjadi fasilitator yang mempertemukan kedua pihak dan mengawasi kepatuhan kontrak.
C. Promosi dan Perluasan Pasar.
Karkas Lampung harus punya merek yang dikenal. Dinas terkait perlu aktif mempromosikan daging ayam Lampung sebagai produk higienis dan berkualitas.
Kerja sama dagang dengan provinsi konsumen juga harus diperkuat agar pasar tersedia bahkan sebelum produksi melimpah.
Meniru sukses tidak berarti menjiplak mentah-mentah. Lampung bisa belajar dari pengalaman Jawa Barat lalu menyempurnakannya sesuai karakter daerah.
Jika dijalankan dengan konsisten dan kolaboratif, kebijakan ini akan membawa industri perunggasan Lampung naik kelas.
Saatnya Lampung tidak sekadar menjadi pemasok bahan mentah, melainkan pemain utama industri ayam nasional. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network