Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS.
Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS
Oleh: Mahendra Utama*
Jejak Kepemimpinan yang Dimulai dari Seragam Coklat
Di balik sosok politisi dan advokat yang kini namanya moncer di bursa calon Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi (WFS) menyimpan perjalanan panjang yang dimulai dari kesederhanaan. Lahir di Medan, 31 Agustus 1986, ia dibesarkan dalam keluarga petani di Liwa, Lampung Barat.
Sejak remaja, Wahrul kecil telah menapaki jenjang organisasi sebagai kader Pramuka. Dari sanalah jiwa kepemimpinan dan pengabdian mulai tertanam.
“Pramuka mengajarkan kedisiplinan dan cinta tanah air,” kenangnya dalam berbagai kesempatan.
Selepas SMA di Liwa, ia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), dan di sinilah karier organisasinya mulai menemukan panggung yang lebih luas.
Kader HMI dan Dedikasi di LBH Bandar Lampung
Di kampus, Wahrul bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Unila. “Kuliah hukum Unila, lalu bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH),” ujarnya.
Gemblengan HMI membentuk cara berpikir kritis dan keberanian membela kebenaran. Puncaknya, ia menjadi Direktur LBH Bandar Lampung sebuah posisi yang memberinya ruang mengabdikan diri membela masyarakat yang membutuhkan keadilan.
“Saya banyak mengabdikan diri untuk membela masyarakat khususnya yang membutuhkan keadilan,” tegasnya.
Tak heran jika ia kemudian dikenal dengan tagline “Pengacara Rakyat”. Pengalaman advokasi inilah yang membawanya ke panggung politik. (*)
————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama adalah Eksponen 98.




Lappung Media Network