Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Dari Suadesa hingga Anugerah Hijau: Resep PGN Membangun Desa Berkelanjutan.
Dari Suadesa hingga Anugerah Hijau: Resep PGN Membangun Desa Berkelanjutan
Oleh: Mahendra Utama*
Festival, UMKM, dan Komitmen ESG sebagai Fondasi Ekonomi Inklusif
Ketika sebuah festival mampu memutar uang Rp1,81 miliar sekaligus mengumpulkan 331,6 kilogram sampah untuk didaur ulang, kita sedang menyaksikan wajah baru pembangunan ekonomi.
Suadesa Festival 2026 yang digelar PGN bukan sekadar pameran produk, melainkan ruang ekosistem bagi UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan untuk terhubung dan bertumbuh.
Komitmen ini membawa PGN meraih Anugerah Ekonomi Hijau dari detikcom. Penghargaan ini diberikan atas kepedulian tinggi terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
PGN dinilai layak karena programnya tidak sekadar seremonial, tetapi berdampak nyata: menciptakan kemandirian ekonomi desa melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.
Di luar Magelang, PGN juga menggelar Program Pendekar Dewa di Sumatera Selatan yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, stabilisasi komoditas pertanian, dan peningkatan akses infrastruktur dasar.
Ini menunjukkan pendekatan holistik ekonomi tidak bisa dipisahkan dari ketahanan pangan dan konektivitas.
Teori sustainable livelihoods Robert Chambers mengajarkan bahwa kemiskinan adalah masalah kerentanan, bukan sekadar kurangnya pendapatan.
PGN menjawabnya dengan menciptakan asset pentagon modal sosial melalui festival, modal fisik melalui infrastruktur energi, dan modal finansial melalui omzet miliaran rupiah.
Ekonomi desa tak lagi sekadar subsisten, tetapi menjelma menjadi motor pertumbuhan yang inklusif.
Anugerah ini adalah pengakuan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan mimpi. PGN membuktikan, dengan pendekatan tepat, desa bisa menjadi ujung tombak ekonomi nasional yang hijau, mandiri, dan berdaya saing. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network