Lappung – Jelang Nataru 2024, ASDP Bakauheni siapkan 34 armada.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni telah memastikan kesiapan dengan menyiapkan 34 armada kapal.
Hal itu dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024
Baca juga : Tiket Ferry Online Dibatasi. Radius Aksesibilitas 4 Km dari Bakauheni
Keputusan ini diumumkan dalam press conference yang diadakan pada Selasa, 5 Desember 2023.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Capt Rudi Sunarko, menjelaskan langsung soal ini.
Bahwa pelaksanaan posko Nataru 2023-2024 akan dimulai pada 23 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024.
Dalam menghadapi prediksi puncak arus mudik pada 23 Desember 2023 dan arus balik pada 2 Januari 2024, perusahaan memastikan ketersediaan armada kapal yang memadai.
“Pada kondisi operasi normal, kita siapkan 30 armada kapal dengan 124 trip.
Namun, bila kondisi operasi padat, kami akan meningkatkan jumlah armada menjadi 34 kapal dengan 140 trip, dengan koordinasi bersama BPTD dan instansi terkait,” ungkap Rudi.
Total armada yang siap beroperasi mencapai 55 unit, dengan 46 unit beroperasi di Dermaga Reguler dan 6 unit di Dermaga Eksekutif.
Baca juga : Potensi Cuaca Ekstrem. Pengguna Jasa Penyeberangan Merak-Bakauheni Diminta Waspada
Hal ini menunjukkan komitmen ASDP Bakauheni untuk memastikan kelancaran perjalanan para pengguna jasa di selat Sunda.
Dalam mengantisipasi potensi kepadatan di area pelabuhan, Rudi mengungkapkan bahwa perusahaan akan menerapkan Delaying System dan Bufferzone.
Area-area ini akan ditempatkan strategis, termasuk Rest Area JTTS KM 49B, Rest Area KM 20B, terminal Gayam, lahan Kantor Balai Karantina Pertanian, dan Rumah Makan Gunung Jati.
ASDP Bakauheni Siapkan 34 Armada
“Kami yakin pelaksanaan posko Nataru tahun ini dapat berjalan dengan lebih baik dari sebelumnya.
“Semua aspek telah dipertimbangkan, dan PT ASDP Cabang Bakauheni siap menghadapi libur Nataru 2023-2024 dengan penuh kesiapan,” tambah Rudi dengan keyakinan tinggi.
Radius Pembelian Tiket
Sebelumnya, ASDP mengumumkan kebijakan baru terkait pembatasan radius pembelian tiket kapal feri melalui aplikasi dan laman Ferizy.
Baca juga : Hingga September 2023, ASDP Angkut 3 Juta Unit Kendaraan Logistik
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, mengungkapkan bahwa kebijakan ini akan diberlakukan mulai 11 Desember 2023.
Adapun batas minimal radius pembelian tiket kapal feri untuk beberapa pelabuhan:
- Dari sisi terluar Pelabuhan Merak ke Hotel Pesona Merak atau sekitar 4,71 km.
- Dari sisi terluar Pelabuhan Bakauheni ke Balai Karantina Pertanian atau sekitar 4,24 km.
- Dari sisi terluar Pelabuhan Ketapang ke Terminal Sritanjung atau sekitar 2,65 km.
- Dari sisi terluar Pelabuhan Gilimanuk ke Terminal Kargo atau sekitar 2 km.
“Aplikasi Ferizy akan menampilkan pesan error secara otomatis jika pemesanan dilakukan lebih dekat dari radius yang ditentukan.
“Pembelian tiket feri tidak dapat dilakukan dalam radius tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Shelvy Arifin, belum lama ini.
Untuk itu, aktivitas pembelian tiket akan terdeteksi melalui GPS telepon seluler.
Pengguna jasa yang berada dalam radius dekat pelabuhan diharapkan mematuhi aturan ini untuk menjaga keteraturan dan kelancaran proses pemesanan tiket kapal feri secara online melalui Ferizy.
Baca juga : ASDP Bakal Bangun Museum Siger di BHC





Lappung Media Network