Lappung – Aset perbankan Lampung tembus Rp134 triliun hingga tumbuh 9,54 persen.
Perbankan di Provinsi Lampung menunjukkan performa positif sepanjang kuartal-3 2024.
Baca juga : OJK Terbitkan PJOK Nomor 29 tahun 2023 dan POJK Nomor 30 Tahun 2023
Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, total aset perbankan di wilayah ini mencapai Rp134,25 triliun.
Meningkat 9,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebesar Rp122,55 triliun.
“Kenaikan ini mencerminkan stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di Lampung.
“Meski ekonomi nasional menghadapi tantangan,” ujar Kepala OJK Lampung, Otto Fitryandi, dalam media update, Selasa, 26 November 2024.
Selain pertumbuhan tahunan, total aset perbankan Lampung juga naik 1,71 persen dibandingkan posisi kuartal-2 2024, dari Rp131,99 triliun menjadi Rp134,25 triliun.
Penyaluran Kredit dan Sektor Dominan
Penyaluran kredit perbankan turut mengalami peningkatan signifikan.
Dibandingkan kuartal-3 2023, kredit yang disalurkan naik 9,33 persen atau sebesar Rp7,13 triliun, dari Rp76,37 triliun menjadi Rp83,50 triliun.
Baca juga : Utang Anak Muda dari Paylater Melonjak, Gaya Hidup Picu Masalah
Jika dibandingkan kuartal sebelumnya, penyaluran kredit tumbuh 2,29 persen, atau sebesar Rp1,87 triliun.
3 sektor terbesar penerima kredit adalah perdagangan besar dan eceran dengan nilai Rp19,00 triliun (22,85 persen), konsumtif kepemilikan rumah tangga/multiguna Rp16,24 triliun (19,53 persen).
Serta sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan Rp11,24 triliun (13,52 persen).
“Peningkatan kredit ini menjadi indikasi positif pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan konsumsi rumah tangga,” jelas Otto.
Kinerja Dana Pihak Ketiga dan Kredit UMKM
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,68 persen secara tahunan, dari Rp63,92 triliun menjadi Rp68,19 triliun.
Secara triwulanan, DPK meningkat 2,84 persen dari Rp66,31 triliun.
Kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lampung tercatat sebesar Rp33,48 triliun, meningkat 14,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) untuk UMKM tetap terkendali di bawah 5 persen, yaitu 4,12 persen.
Baca juga : Pertumbuhan Double Digit, Aset Perbankan Lampung Cetak Rekor Baru
Stabilitas Terjaga, NPL Menurun Secara Tahunan
Kredit bermasalah perbankan Lampung pada kuartal-3 2024 turun menjadi 2,51 persen dibandingkan 2,71 persen di kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Namun, NPL sedikit meningkat 0,08 persen dibandingkan kuartal-2 2024 yang tercatat 2,43 persen.
OJK Dorong Stabilitas dan Kapasitas Media
OJK Lampung menegaskan komitmennya mendukung sektor perbankan melalui kebijakan berbasis manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.
Aset Perbankan Lampung Tembus Rp134 Triliun
Di acara ini, OJK juga memberikan pelatihan penulisan artikel bagi insan media guna meningkatkan kualitas pemberitaan sektor jasa keuangan.
“Kolaborasi dengan media sangat penting untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat, terutama terkait stabilitas sektor keuangan,” tutup Otto.
Kinerja positif perbankan di Lampung ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekaligus menunjukkan daya tahan sektor jasa keuangan di tengah berbagai tantangan global.
Baca juga : Bingung Pilih Bank? Bandingkan Saldo Minimalnya Dulu!
