Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » APH » Bonnie Blue dan Pelecehan Merah Putih: Sampai Mana Batas Kebebasan Berekspresi?

    Bonnie Blue dan Pelecehan Merah Putih: Sampai Mana Batas Kebebasan Berekspresi?

    Irjen by Irjen
    27/12/2025
    in APH
    Bonnie Blue dan Pelecehan Merah Putih: Sampai Mana Batas Kebebasan Berekspresi?

    Eksponen 98, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Aksi kreator konten asal Inggris, Bonnie Blue (Tia Emma Billinger), yang melecehkan bendera Merah Putih di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London menuai kecaman keras.

    Tindakan tersebut dinilai bukan sekadar ekspresi kebebasan berpendapat, melainkan penghinaan langsung terhadap identitas bangsa.

    Baca juga : Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    Eksponen 98, Mahendra Utama, menyoroti tajam insiden yang terjadi pada 15 Desember lalu tersebut.

    Menurutnya, tindakan menyelipkan bendera nasional di saku celana bagian belakang adalah bentuk provokasi yang tidak bisa ditoleransi atas nama seni maupun konten media sosial.

    “Jujur, perasaannya campur aduk melihat video itu. Ini bukan cuma soal konten yang sok edgy atau provokasi murahan.

    “Yang dia lakukan itu benar-benar melewati garis, sebuah penghinaan telanjang terhadap simbol kedaulatan kita,” tegas Mahendra dalam keterangannya, Sabtu, 27 Desember 2025.

    Mahendra mengingatkan bahwa bagi bangsa Indonesia, Merah Putih memiliki makna sakral yang melampaui sekadar selembar kain.

    Di balik dwiwarna tersebut, terdapat sejarah panjang perjuangan kemerdekaan.

    “Kita semua tahu, di balik warna itu ada darah dan air mata para pahlawan, ada mimpi kemerdekaan, dan ada identitas 280 juta jiwa rakyat Indonesia,” imbuhnya.

    Terkait respons pemerintah, Mahendra mengapresiasi langkah cepat KBRI London yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO).

    Langkah diplomatik dan hukum dinilai sebagai jalur yang paling tepat untuk menjaga marwah negara.

    “Memang proses hukum memakan waktu, tapi setidaknya ada pernyataan resmi bahwa kita tidak diam saja saat simbol negara diinjak-injak,” ujar Mahendra.

    Imbau Masyarakat Tetap Elegan

    Seperti diketahui, viralnya video tersebut memicu gelombang kemarahan warganet (netizen) Indonesia.

    Baca juga : Hilirisasi Edamame Indonesia: Dari Lahan ke Pasar Global

    Kolom komentar media sosial dipenuhi seruan mass report hingga hujatan kepada sang kreator.

    Menyikapi hal ini, Mahendra mengajak publik untuk tetap berkepala dingin dan tidak terprovokasi secara membabi buta.

    Ia menekankan agar kemarahan publik tidak meluas menjadi kebencian terhadap negara Inggris secara umum.

    Publik diminta dewasa memisahkan perilaku individu oknum dengan hubungan antarnegara.

    “Kemarahan ini sangat bisa dipahami. Tapi Kemlu sudah mengingatkan untuk tetap tenang. Cara kita merespons mencerminkan siapa kita sebagai bangsa.

    “Jangan sampai terjebak dalam spiral kemarahan yang ujung-ujungnya merugikan kita sendiri,” jelasnya.

    Menutup keterangannya, Mahendra mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai refleksi nasionalisme.

    Menurutnya, pembelaan terbaik terhadap simbol negara adalah melalui prestasi dan kontribusi nyata, bukan sekadar kata-kata kasar di dunia maya.

    “Kita harus cukup dewasa. Menyalurkan kekecewaan itu wajar, tapi membenci satu negara karena ulah oknum justru merendahkan martabat kita.

    “Mari jadikan ini momentum untuk mengingat kembali makna Merah Putih bagi kita,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Nasib Hubungan Indonesia–Jepang di Tangan Sanae Takaichi

    Tags: #BenderaMerahPutih#BonnieBlue#DiplomasiIndonesia
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lampung Skyland Resmi Hadir, Resto Cafe Baru di Perbukitan Kota

    Next Post

    Bakauheni Padat, Arus Kedatangan Meningkat Signifikan Jelang Tahun Baru

    Related Posts

    Kantah Banyuasin Serahkan Sertifikat Tanah Mahkamah Agung_
    APH

    Serahkan Sertifikat Tanah Mahkamah Agung Diserahkan

    11/05/2026
    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat
    APH

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat

    05/02/2026
    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD
    APH

    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD

    26/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Beasiswa Desa Wonomarto

      Beasiswa Desa Wonomarto: BUMDes dan Sumbangan Warga untuk SDM Unggul

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Cocoa Academy di Lampung Timur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved