Lappung – Peta wisata di Kota Tapis Berseri kembali bertambah. Lampung Skyland resmi beroperasi di kawasan strategis Sukadanaham, tepatnya di Jalan Kebersihan No. 91, Tanjungkarang Barat.
Destinasi ini hadir menawarkan konsep multispace yang menggabungkan pesona alam perbukitan dengan ragam fasilitas gaya hidup.
Baca juga : Jual Pasir Putih, Beli Masa Depan: Dilema Pariwisata Pantai Lampung
Berada di dataran tinggi, Lampung Skyland memanfaatkan topografi alami sebagai daya tarik utama.
Pengunjung disuguhi lanskap Kota Bandarlampung yang terbuka luas, mulai dari suasana hijau saat siang hingga panorama city light yang estetik pada malam hari.
Pengelola Lampung Skyland, Mai Roviansyah, menjelaskan bahwa tempat ini dirancang bukan sekadar sebagai objek wisata swafoto atau tempat makan biasa.
Lebih dari itu, ia memposisikan Lampung Skyland sebagai ruang publik inklusif yang bisa diakses berbagai kalangan.
“Kami merancang ini sebagai destinasi terpadu. Jadi, fungsinya bukan hanya tempat nongkrong, tapi ruang bersama (multispace).
“Pengunjung bisa menikmati atraksi alam, kulineran, sekaligus melakukan berbagai aktivitas produktif di satu lokasi,” ujar Mai kepada awak media.
Fasilitas Komplet untuk Segmen Keluarga hingga Korporat
Sebagai destinasi berkonsep multispace, fasilitas yang ditawarkan terbilang variatif untuk mengakomodasi kebutuhan pengunjung yang dinamis.
Bagi segmen keluarga dan edukasi, tersedia area farm edukatif, taman bonsai, aviary (kandang burung besar), taman rusa, hingga kolam renang.
Sementara untuk kebutuhan gaya hidup dan sosial, tersedia spot foto tematik, area duduk outdoor yang santai, serta ruang untuk gathering, ulang tahun, hingga pesta pernikahan (wedding).
Baca juga : Wisatawan Melonjak dan Dapat Award, Pemprov Lampung Punya PR Jaga Konsistensi Infrastruktur
Tak ketinggalan, fasilitas penunjang bisnis seperti meeting room juga disiapkan bagi kalangan profesional yang ingin menggelar rapat dengan suasana berbeda.
“Multispace artinya satu tempat punya banyak fungsi yang fleksibel. Kami ingin tempat ini hidup dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam,” tambah Mai.
Kuliner Nusantara
Selain menjual pemandangan, Lampung Skyland menonjolkan kekuatan pada sektor makanan.
Alih-alih fokus pada menu kebarat-baratan, manajemen justru memilih mengangkat kuliner khas Nusantara sebagai sajian utama.
Hidangan tradisional diolah dan disajikan dengan sentuhan modern agar tetap relevan dengan selera pasar masa kini, tanpa menanggalkan cita rasa autentiknya.

“Kami ingin tempat ini jadi etalase kuliner Nusantara. Rasanya tetap asli, tapi tampilannya kami buat lebih modern agar bisa masuk ke semua lidah pengunjung,” jelasnya.
Mai berharap kehadiran Lampung Skyland dapat menjadi ikon baru yang memperkuat ekosistem pariwisata Bandarlampung.
Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM, seniman lokal, dan komunitas kreatif untuk tumbuh bersama.
“Targetnya tentu memberi kontribusi nyata bagi pariwisata daerah dan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” pungkas Mai.
Baca juga : Agoda: Lampung Jadi Bintang Baru Pariwisata, Minat Melonjak 103 Persen





Lappung Media Network