Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Tanpa Tebang Kayu, Garut Bidik Hilirisasi Hutan ala Pesawaran

    Tanpa Tebang Kayu, Garut Bidik Hilirisasi Hutan ala Pesawaran

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    25/12/2025
    in Saburai
    Tanpa Tebang Kayu, Garut Bidik Hilirisasi Hutan ala Pesawaran

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membidik transformasi ekonomi dengan meniru skema IAD yang Kabupaten Pesawaran. Foto: Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Potensi hutan seluas 117 ribu hektare di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tak ingin dibiarkan sekadar menjadi kawasan hijau pasif.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kini membidik transformasi ekonomi dengan meniru skema Integrated Area Development (IAD) yang sukses diterapkan di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

    Baca juga : Maman Permana Pimpin IKA SKMA Lampung, Fokus Perkuat Kontribusi Kehutanan

    Target utamanya, mendongkrak nilai tambah hasil hutan tanpa harus menebang pohon.

    Keseriusan itui terlihat saat rombongan Pemkab Garut yang dipimpin Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM, melakukan studi tiru di Pesawaran pada 23–26 Desember 2025.

    Mereka membedah dapur perencanaan Bappeda Pesawaran hingga turun langsung ke Kelompok Tani Hutan (KTH) Agroforestri Lestari untuk melihat praktik di lapangan.

    Kepala Disperindag dan ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menegaskan bahwa hampir 38 persen wilayah Garut adalah hutan.

    Jika dikelola dengan cara lama, nilai ekonominya minim. Karena itu, konsep hilirisasi yang diterapkan Pesawaran dinilai sebagai solusi paling relevan.

    “Fokus kami adalah hilirisasi industri. Kami ingin nilai tambah komoditas dari kawasan IAD meningkat sehingga berdaya saing.

    “Pesawaran memberi bukti bahwa ekosistem ekonomi hutan bisa dibangun tanpa merusak alam,” ujar Ridwan, Rabu, 24 Desember 2025.

    Hal yang membuat Garut kepincut adalah strategi jemput bola yang diterapkan Pesawaran.

    Berbeda dengan daerah lain yang seringkali menanam dulu baru bingung mencari pembeli, Pesawaran membangun kepastian pasar (offtaker) sejak dalam perencanaan.

    Ridwan menilai, integrasi antara pengelolaan hutan, pengembangan usaha, dan dukungan pasar yang dilakukan Pesawaran sangat solid.

    Baca juga : Bukan Korporasi, Gubernur Lampung Tuding Masyarakat Penyebab Hutan Rusak

    “Kami melihat pola kolaborasi di sini sangat kuat. Hutan terjaga, ekonomi tumbuh, dan masyarakat sejahtera. Ini model yang akan kami bawa pulang untuk dikembangkan di Garut,” tambahnya.

    Dalam kunjungan tersebut, Garut memboyong tim lengkap lintas sektor, mulai dari perencana pembangunan, dinas kehutanan, pertanian, lingkungan hidup, hingga akademisi.

    Tujuannya agar penerapan IAD di Garut nantinya tidak berjalan secara sektoral atau terkotak-kotak.

    Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pesawaran, Iskandar, mengungkapkan bahwa nyawa dari keberhasilan IAD terletak pada kolaborasi pentahelix.

    Pemerintah, petani hutan, akademisi, pengusaha, dan media bergerak dalam satu irama.

    Selain itu, aspek yang sering menjadi kendala petani, yakni permodalan, sudah diatasi lewat dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “IAD mustahil jalan kalau dikerjakan sendirian. Di Pesawaran, kami pastikan akses pembiayaan terbuka, termasuk fasilitasi kredit dari Bank Lampung yang didukung OJK.

    “Ini membuat petani percaya diri untuk mengembangkan produk turunan,” tandas Iskandar.

    Baca juga : Tak Lagi Manual, Polhut Lampung Andalkan Data Real Time Jaga Hutan

    Tags: agroforestriBerita PesawaranEkonomi HijauHilirisasi HutanIAD PesawaranKPH PesawaranPembangunan BerkelanjutanPemkab GarutPerhutanan SosialRidwan EffendiStudi Tiru Garut
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tilep Uang COD Puluhan Juta, Kurir J&T di Lampung Diciduk di Kontrakan

    Next Post

    Lampung Skyland Resmi Hadir, Resto Cafe Baru di Perbukitan Kota

    Related Posts

    19 Program Riset BRIN-Lampung
    Saburai

    19 Program Riset BRIN-Lampung, dari Singkong hingga Keantariksaan

    15/07/2026
    Lampung dan BRIN Kolaborasi 4 Tahun
    Saburai

    Lampung dan BRIN Kolaborasi 4 Tahun, Wujudkan Riset untuk Bangun Daerah

    15/07/2026
    Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand
    Saburai

    Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

    13/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari

      8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari: Tips Rutinitas Pagi untuk Kualitas Hidup Anda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi Industri dan Penetrasi Pasar: Kunci Ketahanan Ekonomi Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved