Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Cegah Banjir, 1 Ton Garam Ditebar di Langit Lampung

    Cegah Banjir, 1 Ton Garam Ditebar di Langit Lampung

    by Irzon Dwi Darma
    23/01/2025
    in Pemerintahan
    Cegah Banjir, 1 Ton Garam Ditebar di Langit Lampung

    Petugas menaburkan garam saat operasi teknologi modifikasi cuaca menggunakan pesawat. Foto: Dokumentasi Antara

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Cegah banjir 1 ton garam ditebar di langit Lampung.

    Upaya mengurangi risiko banjir di Provinsi Lampung kini memasuki babak baru.

    Baca juga : Wamensos Agus Jabo Tinjau Lokasi Banjir Bandarlampung, Salurkan Bantuan Rp1,1 Miliar

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menebarkan 1 ton garam ke awan.

    Pesawat khusus BNPB yang akan digunakan untuk misi ini telah tiba di Bandara Radin Inten II Lampung pada Rabu, 22 Januari 2025 malam.

    “Pagi ini pukul 07.00 WIB, pesawat akan terbang dari Bandara Radin Inten II untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ujar Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, dikutip Kamis, 23 Januari 2025.

    Langkah ini, lanjut dia, dilakukan untuk mengurangi intensitas curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Lampung.

    Pasalnya, hujan lebat telah menyebabkan banjir di berbagai daerah, termasuk Bandarlampung, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pringsewu, dan Lampung Selatan.

    Baca juga : Banjir dan Jalan Hancur: Pelajar Lampung Berjuang di Tengah Ketidakpedulian

    Data BPBD mencatat, banjir pada pekan lalu merendam 14.842 rumah di Bandarlampung, menyebabkan 2 korban jiwa, dan menggenangi ribuan hektare lahan sawah.

    Situasi serupa terjadi di Lampung Tengah dengan kerusakan jembatan serta ladang, sementara ratusan warga di Pringsewu terpaksa mengungsi.

    “Modifikasi cuaca ini diharapkan bisa mencegah banjir lebih lanjut.

    “Garam yang kita tabur akan memicu hujan lebih awal sebelum awan masuk ke wilayah padat penduduk,” ungkap Wahyu.

    Wahyu juga menjelaskan bahwa dalam operasi ini, garam yang digunakan terdiri dari natrium klorida (NaCl) sebanyak 1 ton.

    Partikel garam akan ditebar ke awan untuk mempercepat kondensasi dan mempercepat turunnya hujan di lokasi tertentu.

    Baca juga : WALHI: Wali Kota Bandarlampung Harus Malu Jika Tak Serius Tangani Banjir

    Teknik ini sudah sering digunakan di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah mitigasi bencana.

    “Semoga penerbangan berjalan lancar, dan modifikasi cuaca ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Lampung,” tambahnya.

    Cegah Banjir 1 Ton Garam Ditebar di Langit Lampung

    Sekadar informasi, modifikasi cuaca menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

    Dengan pelaksanaan yang tepat, risiko bencana banjir bisa ditekan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Lampung.

    Masyarakat pun menyambut baik langkah ini.

    “Semoga hujan bisa terkontrol, dan banjir tidak lagi terjadi,” ujar Rani, warga Bandarlampung yang rumahnya sempat terendam banjir.

    Baca juga : Banjir di Bandarlampung: Rumah, Jalan, dan Jembatan Terkepung Air

    Tags: BanjirBanjir BandarlampungBanjir LampungBNPBBPBD LampungLampungLangit LampungModifikasi CuacaTebar Garam
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Polisi Bongkar Makam Bayi Terkait Dugaan Aborsi di Bandarlampung

    Next Post

    Petani Hutan Lampung Didorong Beralih ke Pupuk Organik

    Related Posts

    Pemerintahan

    Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

    25/04/2026
    Pemerintahan

    Ferdinan Adinoto Jelaskan Pentingnya Reforma Agraria saat DPR Reses

    24/04/2026
    Pemerintahan

    Wamen Ossy: Selesaikan Masalah Pertanahan Lewat GTRA

    24/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Deteksi Dini Kesehatan Gigi Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Rekomendasi Destinasi Agrowisata Lampung Barat: Kebun Jeruk Sunkist Gold Pesagi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version