Lappung – DBD mewabah di Lampung Utara sebabkan 3 nyawa melayang dalam 6 hari.
Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban di Lampung Utara.
Baca juga : Awal 2025, Lampung Waspada DBD: Kasus 2024 Capai 9096
Dalam 6 hari terakhir, jumlah kasus melonjak dari 176 menjadi 235 pasien, dengan 3 orang meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Natalia Manan, menyebutkan bahwa korban jiwa berasal dari Kecamatan Kotabumi dan Abung Selatan.
“Sampai hari ini, ada 235 pasien DBD, dan 3 orang di antaranya meninggal dunia,” ujar Maya, dilansir pada Selasa, 21 Januari 2025.
Lonjakan kasus ini membuat rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, penuh sesak oleh pasien DBD.
Dinas Kesehatan pun telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan dini DBD ke seluruh OPD, camat, lurah, dan kepala desa.
“Puskesmas di wilayah dengan kasus DBD sudah diminta segera melakukan fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus untuk memutus siklus nyamuk pembawa penyakit,” tambah Maya.
Baca juga : Marindo Kurniawan Lawan Penyebaran DBD di Pringsewu
2 Anak Meninggal Dunia
Di Kecamatan Abung Selatan, 2 anak sekolah meninggal dunia akibat DBD hanya dalam hitungan hari.
Salah satunya adalah siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kotabumi.
Ayah korban, Purnomo, warga Desa Kembang Tanjung, menceritakan bahwa anaknya awalnya hanya mengeluh tidak enak badan di sekolah.
“Kami langsung membawanya ke klinik untuk perawatan, tetapi kondisinya semakin memburuk hingga harus dirujuk ke RS Handayani,” ungkapnya.
Tragisnya, beberapa jam setelah dirawat di ruang IGD RS Handayani, putrinya meninggal dunia.
Kejadian serupa menimpa seorang siswa sekolah dasar di kecamatan yang sama.
Baca juga : Waspada! Ratusan Kasus DBD Terjadi di Pesisir Barat
DBD Mewabah di Lampung Utara 3 Nyawa Melayang dalam 6 Hari
Kepala Desa Kembang Tanjung, Pattahrulloh, mengonfirmasi bahwa warganya terkena dampak serius wabah ini.
“Di desa kami, ada 4 orang yang terkena DBD. Salah satunya meninggal dunia.
“Saat ini, kami sudah melakukan fogging di rumah warga yang terdampak,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Kesehatan terus menggencarkan edukasi dan pemberantasan sarang nyamuk.
Masyarakat diminta aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin membersihkan tempat penampungan air.
Hingga mengubur barang bekas, dan menutup rapat tempat air untuk memutus siklus nyamuk.
Baca juga : Hoaks! Nyamuk Wolbachia Penyebar Gen LGBT
