Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Gelombang Demo Inggris-Prancis: Pelajaran bagi Indonesia

    Gelombang Demo Inggris-Prancis: Pelajaran bagi Indonesia

    Irjen by Irjen
    14/09/2025
    in Metropolitan
    Gelombang Demo Inggris-Prancis: Pelajaran bagi Indonesia

    Eksponen 98, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Gelombang demonstrasi besar yang mengguncang Prancis dan Inggris dalam sepekan terakhir menjadi sorotan tajam.

    Eksponen 98, Mahendra Utama, menilai gejolak sosial di Eropa tersebut bukan sekadar kemarahan sesaat, melainkan krisis kepercayaan mendalam yang harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.

    Baca juga : Indonesia di Era Prabowo: Menuju Motor Utama ASEAN

    Menurutnya, ketimpangan ekonomi, kebijakan yang tidak aspiratif, dan polarisasi sosial yang memicu unjuk rasa di 2 negara tersebut bisa menjadi detonator serupa di Tanah Air jika tidak diantisipasi.

    “Apa yang terjadi di Paris dan London adalah cermin. Ini alarm bagi semua negara, termasuk Indonesia.

    “Stabilitas sejati bukan lahir dari represi, tetapi dari kepercayaan rakyat pada negaranya,” ujar Mahendra Utama dalam analisisnya, Minggu, 14 September 2025.

    Di Prancis, aksi bertajuk “Bloquons Tout” (Blokir Semua) berhasil melumpuhkan kota-kota utama.

    Kemarahan publik dipicu oleh kebijakan penghematan anggaran yang dinilai elitis, seperti pemotongan dana kesehatan, penghapusan hari libur, hingga pembekuan dana pensiun.

    Aksi yang dimobilisasi secara masif melalui media sosial ini berhasil menarik 175 ribu orang di lebih dari 800 titik.

    Tuntutan utama mereka adalah penghentian PHK, peningkatan investasi layanan publik, hingga desakan agar Presiden Emmanuel Macron mundur.

    “Pemerintah Prancis mengerahkan 80 ribu aparat, tetapi itu hanya menambah bara.

    “Pergantian perdana menteri pun tidak meredakan kemarahan. Ini menunjukkan jurang yang lebar antara elit politik dan rakyat,” jelas Mahendra.

    Baca juga : Pasca Gejolak: Dampak Stabilitas Nasional pada IHSG dan Rupiah

    Sementara itu, di London, Inggris, isu imigrasi menjadi pemantik utama.

    Aksi “Unite the Kingdom” yang digerakkan aktivis sayap kanan, Tommy Robinson, menuntut pembatasan imigrasi secara drastis.

    Aksi ini menarik sekitar 110 ribu massa, namun berujung bentrok dengan kelompok anti-rasis yang menggelar aksi tandingan.

    Akibatnya, puluhan orang ditangkap dan puluhan polisi terluka.

    Pelajaran untuk Indonesia

    Mahendra Utama menggarisbawahi 4 pelajaran utama yang bisa dipetik Indonesia dari gejolak di Eropa.

    Pertama, pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam setiap kebijakan ekonomi.

    “Prancis adalah contoh buruk bagaimana kebijakan penghematan tanpa dialog bisa menjadi bumerang,” tegasnya.

    Kedua, pemerintah harus responsif terhadap aspirasi masyarakat.

    Menurutnya, kelambanan elit politik di Prancis dan Inggris hanya memperdalam krisis kepercayaan.

    Indonesia, kata dia, perlu memperkuat mekanisme dialog sosial, bukan hanya mengandalkan pendekatan keamanan.

    Ketiga, pengelolaan informasi di era digital.

    Kecepatan media sosial dalam memobilisasi massa di Eropa menunjukkan betapa pentingnya literasi digital untuk melawan hoaks dan provokasi.

    “Terakhir, masyarakat harus memilih jalan solidaritas, bukan kekerasan.

    “Ruang empati sosial harus dikuatkan agar kanal protes tidak selalu berakhir dengan benturan fisik,” pungkasnya.

    Mahendra menyimpulkan bahwa Indonesia harus segera belajar dari pengalaman negara lain dengan memperkuat keadilan sosial, menjaga transparansi, dan membangun dialog inklusif sebelum terlambat.

    Baca juga : Membubarkan DPR/DPRD: Gagasan Emosional, Bukan Solusi Demokrasi

    Tags: #DemoInggris#DemoPrancis#KrisisEropa#PelajaranIndonesia#ReformasiSosial
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lampung Menuju Swasembada Beras 2025

    Next Post

    Liburan ke Dieng Makin Mudah, DAMRI Buka Rute Langsung dari Lampung

    Related Posts

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Fahri Hamzah Tinjau Muara Angke: Dorong Konsep Rumah Panggung Nelayan
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved