Lappung – Helikopter vs motor strategi kampanye cagub Lampung berbeda arah.
Mendekati hari pemilihan pada Pilkada serentak 27 November 2024, dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung semakin intens melakukan kampanye.
Baca juga : Bawaslu: Paslon Pilgub Lampung Dominasi Kampanye Tatap Muka, Bukan Medsos
Beragam metode dilakukan untuk menarik simpati masyarakat, dari tatap muka langsung hingga penggunaan transportasi unik.
Namun, ada perbedaan mencolok dalam cara dua kandidat ini menjangkau pemilih.
Pasangan nomor urut 1, Arinal Djunaidi-Sutono (Ardjuno), tetap setia menempuh jalur darat.
Arinal, Gubernur Lampung periode 2019-2024, bahkan tak segan menggunakan sepeda motor untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses mobil.
Dengan gaya sederhana, ia menyapa warga di pelosok-pelosok desa, menonjolkan kedekatannya dengan masyarakat kecil.
Sebaliknya, pasangan nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela, mengambil langkah berbeda.
Baca juga : Debat Pilgub Lampung 2024: Visi Infrastruktur dan Pembangunan Sektor Pertanian
Rahmat Mirzani atau Mirza memilih menggunakan helikopter untuk mempercepat mobilitasnya dalam menjangkau wilayah Lampung yang luas.
Dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial sebelum akhirnya dihapus, Mirza terlihat menaiki helikopter untuk menghadiri kampanye di suatu daerah.
Pilihan Transportasi Jadi Sorotan
Pilihan transportasi kedua pasangan ini menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat.
Pendukung Arinal memuji pendekatan motor yang dinilai membumi dan menunjukkan kesederhanaan.
Sementara itu, langkah Mirza menggunakan helikopter memicu kritik, terutama karena biaya sewanya yang mahal.
Berdasarkan data yang dilansir Bisnis.com, tarif sewa helikopter bisa mencapai Rp7 juta per 15 menit atau sekitar Rp28 juta per jam.
“Helikopter memang efisien untuk wilayah luas seperti Lampung, tapi masyarakat butuh pemimpin yang dekat dengan mereka, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara hati,” ujar Trisna, seorang warga di Bandarlampung, Senin, 18 November 2024.
Baca juga : Aturan Main Kampanye Pilgub Lampung 2024: Dari Zona Hingga Batas Massa
Namun, pendukung Mirza membela langkahnya, menyebutkan bahwa efisiensi waktu adalah kunci dalam menyampaikan program kepada masyarakat di berbagai wilayah.
“Lampung itu luas, dan menggunakan helikopter bukan berarti dia tidak peduli. Justru ini menunjukkan komitmen menjangkau semua daerah,” kata Yudhi, salah satu relawan.
Helikopter Vs Motor: Strategi Kampanye Cagub Lampung Berbeda Arah
Di tengah pro dan kontra ini, masyarakat Lampung dihadapkan pada dua gaya kampanye yang berbeda.
Satu pihak menonjolkan kedekatan dan kesederhanaan, sementara pihak lain menawarkan efisiensi dan inovasi.
Harapan besar pun muncul agar Pilkada Lampung berjalan damai, lancar, dan demokratis pada 27 November mendatang.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi menentukan pemimpin terbaik untuk 5 tahun ke depan.
Pilihan ada di tangan rakyat: akan kah mereka memilih gaya kampanye yang membumi atau yang melambung tinggi?
Baca juga : Fokus pada Pembangunan, Umar Ahmad Mundur dari Pilgub Lampung 2024





Lappung Media Network