Lappung – INA dan HK pacu infrastruktur Sumatera guna mengakselerasi pertumbuhan wilayah.
Indonesia Investment Authority (INA) melalui anak perusahaannya PT Swarna Investasi Indonesia (Swarna) dan PT Abhinaya Investasi Indonesia (Abhinaya) rampungkan transaksi.
Baca juga : Menpan-RB: Refocusing Anggaran Bikin Infrastruktur Terbengkalai
Hal itu diumumkan melalui penyelesaian transaksi investasi atas 2 ruas Jalan Tol Trans Sumatera.
Keduanya, Medan – Binjai (MB) dan Bakauheni – Terbanggi Besar (BTB), melalui kerja sama dengan PT Hutama Karya (Persero) (HK).
Investasi ini sejalan dengan salah 1 dari 4 sektor yang menjadi fokus INA, yaitu infrastruktur dan logistik, di samping sektor kesehatan, transisi energi dan digital.
Ketua Dewan Direktur INA, Ridha Wirakusumah, menyebut, pentingnya kerja sama investasi ini.
Ia mengatakan, investasi ini mencerminkan komitmen INA yang mendalam untuk mendukung pembangunan infrastruktur negara.
“Sumber daya alam yang melimpah dan posisi strategis menjadikan Sumatera sangat penting bagi tatanan ekonomi nasional,” ujar dia, Jumat, 7 Juli 2023.
Dalam beberapa tahun terakhir, sambungnya, sektor jalan tol di Indonesia mengalami pertumbuhan yang luar biasa.
Jalan tol, kata Ridha, menghadirkan prospek investasi yang menarik dan memberikan efek multiplikasi yang signifikan bagi perekonomian di sekitarnya.
Ridha meyakini, investasi di 2 ruas utama JTTS menjadi keyakinan INA terhadap potensi jalan tol di Sumatera dan pengelolaan yang baik dari Hutama Karya.
Baca juga : Gegara Infrastruktur Jalan Rusak, Sidang Perkara Korupsi Jalan Insinyur Sutami Ditunda
Investasi ini juga membuka peluang bagi investor domestik maupun internasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Dengan nilai timbal balik yang sepadan dengan risiko investasi,” kata dia.
Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk membantu Hutama Karya dalam melanjutkan program pembangunan infrastruktur lainnya.
Khususnya penyelesaian proyek-proyek Trans Sumatera.
“Ini sangat penting, karena akan membantu mobilitas penduduk dan juga pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya di Pulau Sumatera,” ucapnya.
Untuk itu, kata Ridha, kolaborasi antara INA dan Hutama Karya ini merupakan sebuah lambang kemajuan akan tujuan bersama.
Yaitu, untuk turut berkontribusi pada kesejahteraan dan pembangunan Indonesia melalui investasi strategis yang selaras dengan visi besar bangsa.
Ia menjelaskan, transaksi ini pun didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai pemberi pinjaman tunggal untuk refinancing.
“Struktur pembiayaan ini mengandalkan kekuatan dari aset jalan tol dengan didukung oleh Rothschild & Co yang bertindak sebagai penasihat keuangan INA,” jelas Ridha.
INA dan HK pacu infrastruktur Sumatera
Seperti diketahui, jalan tol merupakan bagian integral dari sektor infrastruktur dan logistik.
Kolaborasi INA dan Hutama Karya ini untuk meningkatkan konektivitas infrastruktur dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi di Sumatera.
Pasalnya, ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar merupakan salah satu ruas jalan tol terpanjang di Indonesia.
Baca juga : Mukernas PMI di Lampung, Jusuf Kalla: Kemanusiaan Unsur Penting dari Pancasila
Dan Medan – Binjai merupakan infrastruktur utama yang akan mempercepat perkembangan sosial-ekonomi di Sumatera melalui jaringan logistik.
Ruas Tol Medan – Binjai sendiri sepanjang 17 kilometer dan ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 141 kilometer.
Penyelesaian transaksi investasi antara INA dan Hutama Karya ini juga akan berkontribusi dalam meningkatkan layanan yang sudah ada.
Serta membuka jalan bagi pengembangan ruas-ruas tol lainnya.
Kedua ruas jalan tol ini pun memiliki posisi yang strategis di wilayah Sumatera.
Yang tidak hanya dapat memperkuat konektivitas, tetapi juga membantu dalam peningkatan efisiensi di bidang logistik.
Bakauheni – Terbanggi Besar yang terletak di Lampung, memiliki peran penting sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Sementara itu, Medan – Binjai membentang melintasi kota terbesar di Sumatera, Medan, secara strategis menghubungkan berbagai daerah.
Investasi INA pada aset-aset yang berlokasi strategis ini diharapkan akan semakin mendorong kesejahteraan Indonesia di masa depan.
JTTS sebagai proyek infrastruktur vital, memegang peranan kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di Indonesia.
Pulau Sumatera, memiliki lebih dari 58 juta penduduk dan menyumbang 21,70 persen terhadap PDB negara pada tahun 2021.
Investasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen INA dan Hutama Karya dalam mendukung tujuan pemerintah.
Tujuannya, menjadikan konektivitas sebagai prioritas utama, khususnya di negara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.
Baca juga : Berdasarkan IPM, Ini 5 Daerah Termaju di Provinsi Lampung, Ada Lampung Timur?





Lappung Media Network