Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung tengah agresif membuka pintu bagi para pemodal untuk menggarap sektor peternakan sapi perah.
Langkah itu diambil guna mendongkrak produksi susu pasteurisasi lokal yang saat ini jumlahnya masih jauh dari kebutuhan pasar.
Baca juga : Emas Hijau Lampung: Saatnya Tarik Investasi Hilirisasi Kelapa dan Tembus Pasar China
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menegaskan bahwa peluang bisnis di sektor tersebut sangat terbuka lebar.
Pihaknya siap memberikan karpet merah berupa kemudahan proses investasi bagi pengusaha yang berminat mengembangkan budidaya sapi perah di Bumi Ruwa Jurai.
“Harus diakui, Lampung masih kekurangan usaha peternakan sapi perah.
“Saat ini kami sedang giat menarik investor. Keunggulan kita jelas, lahan masih sangat luas dan sumber pakan ternak di sini melimpah ruah,” ujar Lili, dikutip pada Selasa, 9 Desember 2025.
Lili memaparkan, saat ini ekosistem industri susu di Lampung baru ditopang oleh 2 pemain besar, yakni PT Juang Jaya di Kabupaten Lampung Selatan dan produsen susu segar Hometown di Kabupaten Tanggamus.
Namun, kapasitas produksi kedua perusahaan tersebut dinilai belum mampu menutup tingginya permintaan susu segar di tingkat lokal maupun nasional.
“Kekurangan pasokan susu ini bukan hanya masalah Lampung, tapi isu nasional. Pemerintah pusat pun sedang gencar mencari investor.
“Karena itu, kami di daerah berusaha memfasilitasi agar budidaya sapi perah dan rumah susu bisa tumbuh subur di sini,” jelasnya.
Baca juga : Investasi Lampung Melampaui Target: Pondasi Kokoh Kesejahteraan Masyarakat
Urgensi pengembangan industri ini kian terasa seiring bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis.
Lili mencontohkan, di wilayah seperti Kota Metro dan Lampung Tengah, program tersebut sementara waktu harus mengandalkan susu kemasan karena sulitnya mendapatkan suplai susu segar harian.
“Ini membuktikan pasarnya sangat besar, namun suplainya yang belum ada,” tambahnya.
Iklim Investasi
Sekadar informasi, sektor pangan dan peternakan memang menjadi primadona investasi di Lampung.
Berdasarkan data realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan II 2025, sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menempati peringkat kedua terbesar.
Nilai investasi di sektor ini mencapai Rp160 miliar yang berasal dari 30 proyek investasi.
Sektor itu juga terbukti padat karya dengan menyerap 1.269 tenaga kerja lokal.
Sementara itu, di posisi puncak, sektor industri makanan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp247 miliar.
Dengan data tersebut, Pemprov Lampung optimistis masuknya investor baru di bidang sapi perah tidak hanya akan menutup defisit susu, tetapi juga mendongkrak perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja.
Baca juga : Investasi Rp1 Triliun Masuk Lampung, Pemerintah Bangun Pabrik Pakan Ayam Raksasa





Lappung Media Network