Lappung – IPNU IPPNU Lampung sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula.
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Lampung menyelenggarakan sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula.
Baca juga : Mengulang Sukses. Angka Partisipasi Pemilih Lampung Ditarget Naik
Kegiatan itu digelar di Aula Universitas Ma’arif Lampung (Umala), pada Jumat, 13 Oktober 2023.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman politik pada pemilih pemula dalam memahami unsur-unsur yang ada dalam pemilihan umum (Pemilu).
Anggota KPU Provinsi Lampung, Agus Riyanto menjelaskan, pemilu kali ini akan didominasi oleh pemilih pemula.
Terutama Generasi Z (lahir 1997-2012) dan milenial (lahir 1981-1996).
Data yang diungkapkan oleh Agus Riyanto mengindikasikan bahwa kelompok pemilih pemula tersebut mencapai 53 persen pada daftar pemilih tetap (DPT).
Agus menjelaskan bahwa KPU telah melakukan berbagai survei dan analisis data terkait pemilu yang akan datang.
Baca juga : Pemilih Bimbang Makin Banyak
“Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pemilih pemula, yang terdiri dari Generasi Z dan milenial, akan memiliki peran yang signifikan dalam menentukan hasil pemilu,” ungkapnya.
Menurut Agus Riyanto, ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan dominasi pemilih pemula dalam pemilu mendatang.
Pertama, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah memberikan akses yang lebih luas kepada generasi muda untuk mendapatkan informasi politik.
“Mereka cenderung lebih terhubung dengan isu-isu politik dan memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi tersebut kepada rekan sebaya mereka,” kata Agus.
Kedua, generasi muda, khususnya Generasi Z, seringkali dikenal sebagai pemilih yang lebih kritis dan independen.
“Pun cenderung tidak hanya mengikuti arus utama, tetapi juga melakukan riset dan analisis lebih dalam sebelum membuat keputusan politik,” ungkapnya.
Baca juga : FKUB Lampung: Jadilah Pemilih Rasional, Bukan Emosional
Agus Riyanto juga menekankan bahwa penting bagi para calon dan partai politik untuk lebih memahami kebutuhan dan aspirasi pemilih pemula.
Dan harus dapat berkomunikasi efektif dengan generasi muda dan menawarkan program-program yang relevan dengan masalah yang mereka anggap penting.
Agus menyebutkan, bahwa KPU akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda dalam proses pemilu.
“Ini termasuk kampanye edukasi, debat publik, dan pemanfaatan media sosial sebagai alat untuk mencapai pemilih pemula,” kata Agus.
IPNU IPPNU Lampung Sosialisasi Pendidikan Politik
Sementara, Akademisi Universitas Ma’arif Lampung (Umala), Sulthon Habib menyampaikan, anak-anak muda pada pemilih tetap ini labil, mudah dipengaruhi, dan cenderung tergantung pada kelompok.
“Saya berharap para pemilih pemula ini perlu melakukan analisis dan berpikir kritis untuk menentukan pilihannya pada pemilu yang akan datang,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Anggota Bawaslu Kota Metro, Hendro Edi Saputro mengatakan, pemilih pemula harus dapat menghindari kecurangan yang terjadi pada pemilu.
“Saya berharap Pelajar NU Lampung dapat menguasai tantangan pemilu bagi pemula 2024 yaitu politik uang, golput, ketidaksetaraan akses, dan kehidupan politik yang dinamis,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, PW IPNU IPPNU Lampung berharap dapat menanamkan dasar pemahaman politik kepada pemilih pemula khususnya pelajar NU di Lampung.
“Sehingga bisa lebih bijak menggunakan hak suaranya pada pemilu 2024 nanti,” tandasnya.
Baca juga : Bawaslu Lampung Ajak Pemilih Pemula Tidak Golput
