Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Java Coffee Harapan Dataran Tinggi Ijen-Raung 

    Java Coffee Harapan Dataran Tinggi Ijen-Raung 

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    23/08/2025
    in Gaya Hidup
    Java Coffee Harapan Dataran Tinggi Ijen-Raung 

    Penikmat Kopi Ijen, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kopi Arabika Java Ijen-Raung kembali mencuri perhatian di awal 2025.

    Dari lereng sejuk dataran tinggi Ijen–Raung yang diselimuti kabut tipis, kopi bukan sekadar komoditas, melainkan identitas dan sumber kehidupan ribuan keluarga petani.

    Baca juga : Harga Tembus Rp60 Ribu, Petani Dairi Sumut Ramai-ramai Tanam Kopi Lampung

    Penikmat Kopi Ijen sekaligus pemerhati agribisnis, Mahendra Utama, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi kopi Java Ijen-Raung untuk memperkuat posisinya di pasar global.

    “Nama besar tidak akan memanen dirinya sendiri. Agar tetap eksis, kopi Ijen-Raung harus menjaga mutu, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu menangkap peluang pasar internasional,” ujar Mahendra, Sabtu, 23 Agustus 2025.

    Jejak Kopi Ijen-Raung

    Kopi Ijen memiliki sejarah panjang sejak akhir abad ke-19 ketika pemerintah kolonial Belanda membuka perkebunan di dataran tinggi Ijen seperti Blawan, Kalisat-Jampit, Kalimas, dan Pancur Angkrek.

    Reputasi kopi Jawa mulai harum di Eropa berkat sistem budidaya dan pascapanen yang rapi.

    Pasca nasionalisasi, pengelolaan kebun dilanjutkan oleh PTPN XII dan menjadi sekolah lapang bagi petani lokal.

    Baca juga : Senja Kopi di Pelukan Malang

    “Konsistensi rasa dengan keasaman bersih, body menengah, dan aftertaste manis inilah yang membuat Java Coffee bertahan lintas generasi,” jelas Mahendra.

    Legitimasi Indikasi Geografis

    Sejak 2013, “Kopi Arabika Java Ijen-Raung” resmi terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis (IG).

    Status ini tidak hanya menjaga standar mutu dari ketinggian tanam, varietas, hingga proses pascapanen, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan akses ke pasar internasional.

    “IG itu ibarat paspor. Tanpa itu, kita hanya jadi penonton di pasar kopi spesialti dunia,” tegas Mahendra.

    Bondowoso, Poros Produksi Kopi Arabika

    Bondowoso dikenal sebagai “Republik Kopi” karena menjadi penghasil utama arabika Ijen-Raung.

    Data BPS menunjukkan kabupaten ini konsisten menyumbang produksi kopi arabika terbesar di Jawa Timur.

    Dengan adanya IG, banyak kelompok tani kini memproses kopi secara mandiri dengan metode washed, honey, maupun natural.

    Baca juga : Wow! Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah Lampung Meroket 552,21 Persen di Awal 2025

    Hasilnya, nilai tambah tidak lagi keluar desa, melainkan menghidupi komunitas setempat.

    Iklim, Mutu, dan Pemasaran

    Menurut BMKG, iklim 2025 diprediksi lebih ramah dibanding tahun 2023 yang dilanda El Nino, dengan dominasi La Nina lemah hingga netral.

    Namun, Mahendra menegaskan bahwa manajemen air, naungan, dan pengendalian hama tetap menjadi pekerjaan rumah.

    Ia menyoroti 3 tantangan utama kopi Ijen-Raung:

    1. Disiplin mutu – Standar IG menuntut keseragaman praktik budidaya dan pascapanen, mulai dari panen merah hingga pengeringan higienis.
    2. Adaptasi iklim – Konservasi air, pemanfaatan embung mikro, serta rehabilitasi naungan penting untuk menjaga produktivitas.
    3. Pemasaran dan skala ekonomi – Konsolidasi koperasi, akses pembiayaan pascapanen, dan branding IG di pasar global perlu terus diperkuat.

    Strategi Penguatan Kopi Ijen-Raung

    Mahendra menyarankan sejumlah langkah praktis yang bisa dilakukan pada 2025, antara lain:

    • Menyusun kalender panen berbasis iklim.
    • Menjadikan standar IG sebagai SOP harian di kebun.
    • Diversifikasi proses pascapanen dan traceability produk.
    • Kemitraan mutu antara PTPN XII dengan petani melalui fasilitas bersama.
    • Mengembangkan wisata kopi Ijen sebagai pendukung ekonomi.

    “Kalau 3 hal itu dirawat, mutu, iklim, dan pemasaran, Java Ijen-Raung akan terus menjadi kebanggaan Nusantara dan membawa harum kopi Indonesia di kancah dunia,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Studi: Efek Kopi untuk Jantung Ternyata Tergantung Jam Minum

    Tags: Harga kopi 2025Indikasi Geografis KopiJava CoffeeKopiKopi Arabika Jawa TimurKopi BondowosoKopi IndonesiaKopi Java Ijen-RaungMahendra UtamaPasar kopi globalPTPN XII kopiWisata kopi Ijen
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    BPN Kota Bima: Warga Negara Dijamin Hak Kepemilikan Tanah

    Next Post

    Ulah Guru di Pesawaran Lampung, Ngamuk dan Ancam Cekik Anak-anak

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved