Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Kebangkitan Lumbung Pangan: Menakar Masa Depan Swasembada Lampung 2025

    Kebangkitan Lumbung Pangan: Menakar Masa Depan Swasembada Lampung 2025

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    08/12/2025
    in Ekonomi
    Kebangkitan Lumbung Pangan: Menakar Masa Depan Swasembada Lampung 2025

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Provinsi Lampung diproyeksikan memegang peran vital sebagai tulang punggung swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

    Di tengah tekanan inflasi global dan ketergantungan impor, Bumi Ruwa Jurai dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan komoditas strategis untuk menopang kebutuhan pangan Indonesia.

    Baca juga : Potensi Ekonomi Lampung yang Menunggu Sentuhan

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menegaskan bahwa Lampung saat ini adalah “kartu as” bagi ketahanan pangan nasional.

    Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah kini satu suara dalam mendorong transformasi pertanian di wilayah ini.

    “Lampung kembali menjadi harapan. Kita diminta memainkan peran lebih besar untuk swasembada 2025.

    “Ini momentum, apalagi target produksi jagung tahun ini sangat ambisius, mencapai 1,5 juta ton,” ujar Mahendra Utama, Senin, 8 Desember 2025.

    Pergeseran ke Komoditas Jagung

    Mahendra menyoroti adanya perubahan tren pola tanam yang signifikan di tingkat petani.

    Jika sebelumnya Lampung sangat identik dengan singkong, kini narasi tersebut perlahan bergeser ke jagung.

    Hal ini didorong oleh permintaan pasar yang melonjak, baik untuk konsumsi pangan maupun industri pakan ternak.

    Untuk mencapai target 1,5 juta ton tersebut, Mahendra menyebut Gubernur Lampung telah turun tangan mengampanyekan gerakan tanam serentak.

    Namun, ia menekankan bahwa semangat petani saja tidak cukup tanpa jaminan pasar.

    “Petani mulai berani migrasi dari singkong ke jagung karena ekosistemnya disiapkan. Benih unggul ada, alat ada, dan yang paling penting pasarnya jelas.

    “Kerjasama dengan Bulog dan perusahaan pakan ternak besar seperti Japfa dan Charoen Pokphand membuat harga lebih terjamin,” jelas Mahendra.

    Baca juga : Lampung di Simpang Jalan: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Berjalan Seiring dengan Kualitas Kerja

    Infrastruktur Pompanisasi Jadi Kunci

    Dalam pengamatannya, keberhasilan peningkatan indeks pertanaman (IP) di Lampung tidak lepas dari intervensi teknologi.

    Kementerian Pertanian dinilai agresif dalam membangun sistem pompanisasi di lahan tadah hujan dan merehabilitasi jaringan irigasi.

    “Bicara produksi, kuncinya di air. Program pompanisasi ini sangat membantu saat musim kemarau, sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada hujan.

    “Ditambah bantuan alsintan seperti combine harvester, efisiensi panen jadi lebih baik,” tambahnya.

    Jaga Komoditas Ekspor

    Meski fokus pada padi dan jagung, Mahendra mengingatkan bahwa Lampung memiliki keunikan karena mampu bermain di “dua kaki”.

    Selain pangan pokok, komoditas perkebunan bernilai ekspor tinggi seperti kopi robusta, lada, nanas, dan tebu tetap menjadi andalan ekonomi daerah.

    “Lampung tidak melupakan komoditas emas hitam (lada) dan kopi robusta yang sudah mendunia.

    “Ini kelebihan kita, bisa swasembada pangan sekaligus menjaga devisa ekspor,” kata dia.

    Tantangan Regenerasi Petani

    Kendati optimis, Mahendra memberikan catatan kritis terkait tantangan yang harus diwaspadai menjelang 2025.

    Selain faktor perubahan iklim yang sulit diprediksi, isu regenerasi petani menjadi sorotan utama. Minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian dinilai masih perlu didorong lebih kuat.

    Ia juga mengingatkan pemerintah agar program ini berkelanjutan, bukan sekadar mengejar angka di atas kertas.

    “Jangan sampai target swasembada ini hanya euforia sesaat. Petani harus merasakan dampak ekonomi riil.

    “Kalau pendapatan mereka naik dan pasarnya dijaga konsisten, swasembada 2025 bukan lagi mimpi,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Jurus Diplomasi Ekonomi Prabowo: Kemitraan Kapal Rp87 Triliun, Solusi Win-Win RI-Inggris

    Tags: #JagungNasional#Lampung2025#LumbungPangan#PertanianIndonesia#SwasembadaPangan
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    WALHI Desak Polda Lampung Buru Aktor Utama Pembalakan Liar Pesisir Barat

    Next Post

    Klaim Kualitas Jalan Lampung di Atas Nasional, Mirza Sesalkan Minimnya Transparansi

    Related Posts

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online
    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, menilai forum internasional World Urban Forum (WUF13) di Baku, Azerbaijan, menjadi momentum penting untuk membenahi arah kebijakan perumahan nasional.
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Hilirisasi Kemiri Pesawaran: Mengubah Limbah Jadi Berkah, Masyarakat Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Efisiensi Anggaran, Bupati Mesuji Sulap Limbah Tol Jadi Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kepuasan Pelanggan Pertagas Melesat, CSI 2026 Tembus Rekor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ekonomi Tumbuh, Kopi Ekspor, dan Bebas Malaria: Sisi Lain Tanggamus

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Meledaknya Bisnis Kuliner di Empat Kawasan Strategis Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved