“Tidak menutup kemungkinan bahwa kerugian ini akan bertambah seiring dengan berjalannya penyelidikan,” ungkap Ricky, Kamis, 6 Juni 2024.
Proyek ini awalnya direncanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan irigasi yang lebih baik.
Namun, dengan adanya dugaan penyimpangan ini, para petani setempat tidak dapat merasakan manfaat dari proyek yang telah menelan biaya besar tersebut.
Kejati Lampung terus berupaya untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Baca juga : Aspidsus Kejati Lampung Hutamrin Dapat Promosi Jabatan
“Kami akan memanggil semua pihak terkait untuk dimintai keterangan, termasuk pihak kontraktor dan pejabat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek ini,” tambah Ricky.
Masyarakat di Kabupaten Mesuji pun berharap agar penyelidikan ini dapat berjalan dengan transparan dan cepat.
Sehingga mereka dapat kembali mendapatkan akses irigasi yang layak untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.
Kejati Lampung Usut Proyek Irigasi Mesuji Senilai Rp97 Miliar
Sekadar informasi, pemberantasan korupsi menjadi prioritas Kejati Lampung dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan.
Kasus ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut, dengan harapan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan anggaran negara.
Proyek irigasi yang semestinya menjadi solusi bagi masalah pertanian di Mesuji, kini berubah menjadi sorotan negatif akibat dugaan korupsi.
Kejati Lampung berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dan memulihkan kerugian negara seoptimal mungkin.
Baca juga : Kejati Diminta Hentikan Perkara Kasus KONI Lampung
