Lappung – Kabar baik datang dari Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang berhasil menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan kualitas udara terbaik se-Indonesia.
Prestasi ini terungkap dari data yang dirilis Databoks Katadata pada Jumat, 31 Oktober 2025 kemarin.
Baca juga : Proyek Rp15 Miliar Kampung Nelayan Lampung Selatan Dikebut, Target Tuntas Desember 2025
Data tersebut menunjukkan angka indeks partikulat (PM2.5) di Lampung Selatan jauh lebih rendah dibanding daerah lain, menandakan kualitas udara yang sangat bersih dan sehat untuk dihirup.
Menanggapi hal ini, Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama menilai pencapaian tersebut sangat membanggakan dan membuktikan bahwa kelestarian alam dapat berjalan selaras dengan pembangunan.
Namun, ia menegaskan hasil ini bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba.
“Ini adalah kabar gembira dari ujung selatan Sumatera.
“Prestasi Lamsel membuktikan bahwa pembangunan dan kelestarian alam bisa berjalan seiring,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Sabtu, 1 November 2025.
Menurut Mahendra, pencapaian itu juga merupakan hasil kerja keras kolektif dari berbagai pihak.
Ia menyoroti keseriusan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam mendorong program penghijauan serta pengelolaan sampah yang lebih teratur di wilayahnya.
“Dukungan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang sejak awal menekankan pentingnya pembangunan ramah lingkungan di seluruh provinsi juga menjadi faktor vital,” jelasnya.
Selain peran pemerintah, Mahendra juga mengapresiasi tumbuhnya kesadaran di tingkat masyarakat.
“Yang tak kalah penting, masyarakat sendiri mulai peduli.
“Gerakan menanam pohon, penggunaan energi bersih, sampai kesadaran untuk tidak membakar lahan di kampung-kampung, kini mulai terlihat hasilnya,” tambah Mahendra.
Baca juga : Lampung Selatan Menuju Kabupaten Termaju
Meski mengapresiasi, Mahendra bersikap realistis bahwa tantangan ke depan tidak ringan.
Ia mewanti-wanti adanya potensi lonjakan emisi karbon seiring dengan pertumbuhan industri dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor di masa depan.
“Kita harus realistis. Seiring pertumbuhan industri dan meningkatnya jumlah kendaraan, emisi karbon bisa saja melonjak kapan saja. Ini ancaman yang harus diantisipasi,” tegasnya.
Karena itu, Mahendra mendorong agar langkah-langkah pencegahan dan mitigasi harus terus diperkuat.
Ia menyarankan beberapa langkah strategis yang harus diambil pemerintah daerah.
“Langkah pencegahan harus diperkuat. Misalnya dengan terus menambah ruang terbuka hijau, mengembangkan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan, dan memperketat pengawasan terhadap kegiatan industri maupun pertanian yang berisiko mencemari udara,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pendidikan lingkungan digalakkan secara masif dengan melibatkan sekolah dan komunitas anak muda.
“Akan lebih baik lagi kalau pemerintah daerah mengajak sekolah dan komunitas. Kalau sejak kecil sudah ditanamkan kesadaran ini, maka menjaga lingkungan akan jadi kebiasaan yang terus terbawa sampai dewasa,” usulnya.
Mahendra menyimpulkan bahwa prestasi Lampung Selatan ini harus menjadi momentum untuk kolaborasi yang lebih kuat.
“Sekarang tinggal bagaimana kita semua, pemerintah dan masyarakat, bahu-membahu mempertahankan pencapaian ini supaya udara segar dan langit biru tetap jadi kebanggaan warga Lampung Selatan,” pungkasnya.
Baca juga : Kalahkan Morowali, Kualitas Udara Lampung Selatan Terbaik di Tanah Air





Lappung Media Network