Lappung – Komunitas Aktivis Muda Indonesia (KAMI) gelar dialog pemuda yang bertemakan “Revitalisasi Peran Pemuda Dalam Menghadapi Kontestasi Pemilu Serentak 2024” di aula Akademi Kebidanan Alifa Kabupaten Pringsewu, Selasa (3/10/2022).
Baca Juga : Karang Taruna Pesawaran Sukseskan BBKT Lampung ke 62
Kegiatan ini dihadiri para narasumber dari Kadiv Teknis KPU Pringsewu Juniantama Ade Putra, Sekum KAHMI Pringsewu Wiwid Ferdiawan, Ketum HMI Cabang Bandar Lampung periode 2018/2019 dan dihadiri juga Mahasiswa dari kampus se Kabupaten Pringsewu.
Ketua Umum KAMI Kabupaten Pringsewu, Edwin Juantara dalam sambutannya sekaligus membuka acara dialog publik menyampaikan, ini adalah langkah awal perjuangan KAMI di Bumi Jejama Secancanan dalam mengawal pembangunan Pringsewu.
“Kegiatan ini merupakan awal dari ikhtiar KAMI untuk ambil bagian dalam mengawal kebijakan dan pembangunan kabupaten Pringsewu,” ujarnya.
Lebih lanjut Edwin Juantara mengatakan bahwa pemuda hari ini harus menjadi contoh kepada masyarakat umum dalam hal-hal visioner serta harus menjadi garda terdepan di berbagai lini sektor pembangunan daerah termasuk dalam konteks pemilu, seperti tema dialog kita hari ini.
Sebagai salah satu narasumber dalam dialog tersebut Juniantama Ade Putra yang merupakan unsur dari penyelenggara KPU Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa kita adalah pemuda spesial.
Mengapa demikian? Karena sejatinya dari ribuan bahkan jutaan pemuda yang ada di bangsa ini, hanya sedikit yang di berikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, dan itu salah satu diantara nya adalah kita semua yang hadir dalam dialog ini.
“Maka kita seharusnya mampu mengembalikan khittoh pemuda, yang sering kita sebut sebagai agen perubahan,” ujar Juniantama Ade Putra.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam konteks tema dialog ini dan korelasi nya dengan kita sebagai pemuda yang mengenyam pendidik tinggi, harus mampu menjadi pemilih cerdas, jangan asal pilih.
Tahun 2024 adalah tahun nya pemilu, mengapa demikian karena dalam kurun waktu 1 tahun kita akan menentukan pemimpin bangsa.
Husni Mubarok sebagai salah satu fungsionaris pengurus KNPI Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan bung Iqbal Ardiansyah menyampaikan, Pemuda selaku agen perubahan harus tampil kritis terhadap jalannya pembangunan bangsa.
“Pemuda juga harus menjadi agen pembangunan, pembangunan tidak melulu terbatas pada pembangunan fisik dan non fisik tapi lebih dari pada itu pembangunan potensi, dan produktifitas yang ada pada diri pemuda,” kata Husni Mubarok.
Pemilu tidak hanya sekedar mengganti pemimpin yang lama dengan pemimpinan yang baru, akan tetapi menyangkut kemajuan masa depan bangsa atau negara, sehingga kita para pemuda di tuntut agar berpikir rasional jangan realistis.
Jika bangsa atau negara ingin maju. Selaku yang pernah menjabat sebagai ketua umum himpunan mahasiswa Islam Cabang Bandar Lampung periode 2018/2019 Husni juga berharap.
“Pemuda sebagai agen pembaharu, harus memiliki pisau analisis yang tajam dalam menghadapi perkembangan zaman sehingga mampu menelaah apa yang perlu di pertahankan dan mana yang perlu di ganti,” pungkasnya.
Sebagai salah satu akademisi muda yang di miliki daerah dengan sebutan bambu seribu, Wiwid Ferdiawan memaparkan, sejarah perjuangan Indonesia selalu diwarnai dengan pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa.
Mulai dari Gerakan Pemuda dan Mahasiswa dalam momentum Sumpah Pemuda, Transisi Orde Lama ke Orde Baru pada Tahun 1966 yang dikenal dengan Angkatan 66 dan Era Reformasi di Tahun 1998.
Wiwid Ferdiawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum KAHMI PMD Pringsewu menjelaskan.
“Founding Fathers bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa demokrasi prosedural dilakukan melalui pemilu. Ditandai dengan Pemilu pertama yang sukses digelar pada tahun 1955 untuk memilih Anggota Konstituante,” ucap Wiwid Ferdiawan.
Proses kedaulatan atau peralihan kekuasaan diawali dengan proses pemilu. Di akhir pemaparannya ia menegaskan kaum pemuda dan mahasiswa haruslah mengedepankan budaya partisipasi dibandingkan dengan budaya apatis dalam pemilu, baik dalam menangkal berita hoax.
Baca Juga : Polres Pesawaran Bersama KAHMI Bagi Sembako
“Berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu, atau dapat menjadi peserta pemilu yang memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat,” beber Wiwid Ferdiawan.
Ia juga mengajak pentingnya pemuda dan mahasiswa dalam menjaga Integritas. Karena kecurangan serta ketidakadilan terutama dalam proses pemilu berangkat dari Integritas.





Lappung Media Network