Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » KUR Perumahan, Menteri dan Wamen PKP Beda Pendapat

    KUR Perumahan, Menteri dan Wamen PKP Beda Pendapat

    Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman

    by Muhammad SA
    07/08/2025
    in Ekonomi
    Menteri PKP Maruara Sirait dan Wamen Fahri Hamzah saling berdebat. (Ilustrasi)

    Menteri PKP Maruara Sirait dan Wamen Fahri Hamzah saling berdebat. (Ilustrasi)

    Share on FacebookShare on Twitter

    LAPPUNG – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, melontarkan sebuah kalimat yang, entah kenapa, terdengar seperti deja vu birokrasi.

    “Tunggu, ya. Karena ini nanti Menko yang memutuskan,” ucap Fahri Hamzah, dengan logatnya yang khas namun memunculkan kesan ada yang ditutupi dari kalimat yang dilontarkannya.

    Nanti, sebuah kata paling populer dalam kamus pembangunan negeri ini. Regulasi yang dinanti-nanti tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, rupanya masih tersandera di meja koordinasi.

    Apakah Fahri Hamzah mencoba pasang badan, atas kondisi carut-marut realisasi program Kementerian PKP yang terus menjadi pergunjingan publik.

    ”Tunggu, ya (Regulasi skema KUR Perumahan, red). Nanti Pak Menko Airlangga yang memutuskan,” ucap Fahri Hamzah usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Berani Vicara yang mengusung tema “Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak”.

    Dalam diskusi yang diselenggarakan Kantor Komunikasi Kepresidenan di Rumah Gatot Kaca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 6 Agustus 2025 itu, hadir pula Tenaga Ahli Utama Dedek Prayudi, Ketua Umum REI (2019-2023) Paulus Totok Lusida, dan sejumlah pembicara lainnya.

    Pernyataan politisi Partai Gelora ini, tentu saja memantik pertanyaan besar, apakah benar di balik pintu kayu yang rapat tertutup itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto benar-benar sedang menyulam keputusan yang dinanti. Tentu saja, tak perlu tergesa, sebab rakyat sudah terbiasa menunggu.

    Meski demikian Fahri Hamzah, dengan nada optimistis menyebut pihaknya tengah melakukan percepatan. Percepatan skema KUR yang saat ini begitu disorot publik.

    KUR yang terkesan menjadi sektor konsumtif bukan produktif di era kepemimpinan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

    Padahal, menurut Fahri, rumah bukan cuma tempat berlindung dari hujan atau kenangan.

    “Fungsi rumah juga bisa menjadi basis dari bisnis,” tuturnya.

    ”KUR cukup besar ruangnya, tapi dia tidak boleh masuk ke sektor perumahan karena dianggap konsumtif padahal, KUR itu kegiatan produktif,” tandas Fahri.

    Kementerian PKP, sambung Fahri, sedang mendesain skema supaya bisa masuk ke sektor perumahan. Pasalnya, fungsi rumah juga bisa menjadi basis dari bisnis.

    ”Ini yang sedang kita atur skemanya supaya lebih detail. Artinya itu uangnya sudah ada,” imbuh Fahri Hamzah.

    Menariknya, pernyataan Fahri Hamzah berbeda dengan Menteri PKP Maruarar Sirait.

    Maruarar Sirait sebelumnya mengklaim aturan teknis alias Permen PKP terkait KUR Perumahan sudah rampung disusun.

    Dengan bahasa lain, regulasi KUR Perumahan siap gulirkan tanpa harus bolak-balik rapat tanpa penyelesaian.

    P3S Angkat Bicara

    Sontak saja, hal tersebut membuat Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie angkat bicara terkait perbedaan antara Fahri Hamzah dan Maruarar Sirait.

    “Pertanyaannya, disingkronisasikan dengan siapa? Dengan pengusaha, dengan pemangku kepentingan, atau dengan pihak yang bermain dalam tata aturan regulasi yang kabarnya sudah jadi itu?,” tandas Jerry.

    “Ini lucu, antara Menteri dan Wamen beda, siapa yang bohong,” timpal Jerry.

    Jangan-jangan, sambung Jerry, pernyataan Menteri PKP itu, baru di ujung mikrofon saja, agar masyarakat terus bermimpi.

    “Kita pahamlah tak ada keputusan penting tanpa simfoni antar kementerian,” ucapnya.

    ”Anehnya, Kementerian Keuangan dan Kemenko Perekonomian tidak pernah menyatakan regulasi itu sudah jadi, kok tiba-tiba Ara (sebutan Maruarar Sirait) bilang begitu, ini cukup aneh,” tandasnya.

    P3S meyakini regulasi itu belum ada. Jika benar-benar muncul, lagi-lagi sederet nama besar seperti Danantara, BUMN, dan termasuk Kementerian Keuangan akan direpotkan dalam berbagai proyek penuh harapan ala Kementerian PKP.

    “Kita lihat saja dalam waktu dekat ini, apakah KUR Perumahan akan menjadi terobosan nyata atau hanya wacana yang digoreng terus-menerus,” kata dia.

    “Ara harus tanggung jawab, dan Presiden Prabowo harus segera mengambil keputusan, jika KUR Perumahan tak terealisasi, pecat saja Menterinya,” pungkas Jerry Massie.

    Tags: KUR PerumahanMenteriWamen PKP
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Jejak 1 Tahun Hygreen, Produk Anak PTPN Group di Pasar Nasional

    Next Post

    Menteri Nusron: Pasang Patok, Awas Tanahmu Dicaplok!

    Related Posts

    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Terkuak! Rp200 Miliar untuk Pelunasan Perkara Sugar Group di Mahkamah Agung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version