Lappung – Lampung bidik 6 kabupaten untuk program cetak sawah 2025.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengusulkan program cetak sawah baru seluas 33 ribu hektare untuk mendukung swasembada pangan di daerah tersebut.
Baca juga : Bulog Lampung Pastikan Tak Ada Krisis Pangan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru
Program ini rencananya akan dijalankan di enam kabupaten, yakni Tulang Bawang, Waykanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji, dan Lampung Selatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, menjelaskan bahwa dari total target tersebut, saat ini sudah ada 8 ribu hektare lahan yang mendekati tahap final identifikasi.
Sisanya masih dalam proses verifikasi untuk memastikan lahan bebas dari sengketa hukum dan tidak digunakan untuk aktivitas lain.
“Cetak sawah harus clearn dan clean, artinya lahan yang dipilih tidak dalam sengketa.
“Contohnya di Tulang Bawang, banyak lahan adat yang masih bersengketa.
“Ini menjadi tantangan, tetapi kami terus mencari lahan yang benar-benar bersih untuk digarap,” ujar Bani, Selasa, 10 Desember 2024.
Baca juga : Alarm! Sejumlah Wilayah di Bandarlampung Terancam Krisis Pangan
Bani menekankan bahwa cetak sawah baru ini penting untuk mengatasi berkurangnya luas baku sawah akibat alih fungsi lahan.
Menurutnya, banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi kawasan permukiman dan industri, sehingga solusi cetak sawah menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan.
“Permasalahan utama kita adalah alih fungsi lahan yang terus terjadi.
“Dengan program cetak sawah ini, kita bisa mencegah penyusutan lahan pertanian dan mendukung upaya swasembada pangan di Lampung,” tegasnya.
Lampung Bidik 6 Kabupaten untuk Program Cetak Sawah 2025
Program cetak sawah baru ini juga mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 28 ribu hektare yang sudah berjalan sejak 2024 dan akan dilanjutkan pada 2025.
Baca juga : Pupuk Subsidi Jadi Kunci Sukses Swasembada Pangan di Lampung
Bani optimistis jika proses identifikasi berjalan lancar, cetak sawah ini dapat menjadi pendorong utama peningkatan produksi pangan daerah.
“Kami harap dengan cetak sawah baru ini, produksi pangan Lampung akan terus meningkat dan kita bisa lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan,” tambahnya.
Meski begitu, Bani mengakui bahwa proses identifikasi lahan masih dinamis.
Luas dan lokasi lahan di 6 kabupaten tersebut bisa mengalami perubahan tergantung hasil verifikasi lebih lanjut.
Program cetak sawah baru di Lampung ini diharapkan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan di masa depan sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Baca juga : Ketahanan Pangan Butuh Kepastian! Mafia Tanah di Lampung Harus Ditindak





Lappung Media Network