Lappung – Sejumlah wilayah di Bandarlampung terancam krisis pangan.
Sebanyak 8 kelurahan di Bandarlampung kini dikategorikan rentan dalam ketahanan pangan, menunjukkan adanya ancaman krisis pangan di beberapa wilayah perkotaan ini.
Baca juga : Pupuk Subsidi Jadi Kunci Sukses Swasembada Pangan di Lampung
Dinas Pangan Bandarlampung, melalui data Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 2024, mengidentifikasi 7 kelurahan dengan status rentan sedang (prioritas ke-3) dan 1 kelurahan sebagai agak rentan (prioritas ke-2).
Kelurahan dengan status rentan sedang meliputi Sukarame II, Panjang Selatan, Karang Maritim, Way Lunik, Bumi Kedamaian, Kedaung, Sukamenanti Baru, dan Way Laga.
Sementara itu, Kelurahan Way Gubak di Kecamatan Sukabumi berada dalam kategori agak rentan.
Merespons data tersebut, Wakil Ketua I DPRD Bandarlampung, Sidik Efendi, memberikan dorongan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.
Tak lain untuk segera mengambil langkah strategis guna meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Menurut Sidik, upaya serius diperlukan agar kategori rentan pangan di wilayah-wilayah ini dapat dihilangkan, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap bahan pangan.
Baca juga : Ketahanan Pangan Butuh Kepastian! Mafia Tanah di Lampung Harus Ditindak
“Walaupun ada beberapa indikator yang perlu disesuaikan karena kedekatan antar-kelurahan di kota ini.
“Kita harus tetap meningkatkan ketahanan pangan lokal.
“Dengan begitu, ke depan kategori rentan pangan di beberapa wilayah Bandar Lampung bisa hilang atau setidaknya berkurang,” ujar Sidik Efendi, dilansir Rabu, 13 November 2024.
Sidik juga menyoroti beberapa langkah konkret yang bisa diterapkan oleh Pemkot Bandarlampung untuk memperkuat ketahanan pangan.
Mulai dari pertanian perkotaan hingga pelatihan masyarakat.
Berikut 7 langkah yang diusulkan Sidik:
Pengembangan Pertanian Perkotaan
Pemkot Bandarlampung didorong untuk mendukung pertanian perkotaan, seperti budidaya tanaman di pekarangan rumah atau lahan kosong.
Inisiatif ini diyakini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Diversifikasi Sumber Pangan
Mengembangkan tanaman pangan lokal yang mudah tumbuh di wilayah perkotaan akan menambah pilihan bahan pangan bagi masyarakat.
Tanaman pangan alternatif yang bernilai gizi tinggi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Baca juga : Inflasi Lampung Mereda, Harga Pangan Terkendali
Program Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat di wilayah rentan pangan sering kali berada dalam kelompok ekonomi lemah.
Untuk itu, Sidik menyarankan agar Pemkot mengembangkan program bantuan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Sehingga daya beli masyarakat meningkat dan akses terhadap pangan membaik.
Optimalisasi Sistem Distribusi Pangan
Infrastruktur distribusi pangan yang baik akan memastikan ketersediaan pangan di daerah-daerah rentan pangan.
Pemkot didorong untuk memperbaiki infrastruktur transportasi dan logistik pangan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Akses Air Bersih dan Sanitasi
Pangan yang aman juga ditentukan oleh ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi.
Sidik menekankan pentingnya infrastruktur air bersih, terutama di wilayah yang rawan ketahanan pangan.
Pelatihan dan Edukasi Masyarakat
Pemkot dapat mengadakan pelatihan gizi, keamanan pangan, dan metode bercocok tanam sederhana bagi masyarakat di wilayah rentan.
Hal ini akan membantu warga untuk lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangannya.
Kolaborasi dengan Swasta dan NGO
Kolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi non-pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah.
Baik dalam bantuan pangan, program edukasi, maupun pembangunan infrastruktur pendukung.
Sejumlah Wilayah di Bandarlampung Terancam Krisis Pangan
Sidik Efendi berharap, dengan implementasi langkah-langkah tersebut, masyarakat di wilayah rentan pangan di Bandarlampung bisa menjadi lebih mandiri.
Tak lain dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka dan lebih tahan terhadap krisis pangan.
“Melalui pendekatan ini, kami berharap daerah-daerah rentan di Bandar Lampung dapat mengatasi masalah pangan dan menjadi lebih mandiri,” pungkasnya.
Baca juga : Mentan dan Wakasal Pacu Produksi Pangan di Lampung





Lappung Media Network