Lappung – Pupuk subsidi jadi kunci sukses swasembada pangan di Lampung.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk subsidi di Provinsi Lampung berjalan lancar sebagai bagian dari upaya mendorong swasembada pangan nasional.
Baca juga : Ketahanan Pangan Butuh Kepastian! Mafia Tanah di Lampung Harus Ditindak
Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi para petani di Kabupaten Lampung Selatan.
“Saya sengaja turun ke lapangan dan langsung mengunjungi sawah-sawah milik petani untuk memastikan ketersediaan pupuk.
“Hingga saat ini distribusi pupuk subsidi di Lampung berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan para petani,” ujar Zulkifli Hasan, dilansir Senin, 11 November 2024.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung suara petani, yang selama ini sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk.
Zulkifli mengungkapkan bahwa dalam tiga kali rapat koordinasi di Jakarta, pemerintah telah menekankan pentingnya ketersediaan pupuk sebagai faktor kunci keberhasilan swasembada pangan.
“Pupuk adalah kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian kita, karena itu pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap kelancaran distribusi pupuk subsidi ini,” lanjutnya.
Kenaikan Kuota Pupuk Subsidi dan Dampaknya bagi Petani Lampung
Pemerintah telah meningkatkan volume pupuk subsidi secara nasional dari 7,8 juta ton pada tahun 2023 menjadi 9,5 juta ton di tahun 2024.
Baca juga : Inflasi Lampung Mereda, Harga Pangan Terkendali
Kenaikan ini disambut baik oleh petani di berbagai daerah, termasuk di Lampung, yang merasakan manfaatnya secara langsung.
“Volume pupuk subsidi naik, dan ini adalah kesempatan besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka.
“Di Lampung, kami melihat distribusi pupuk berjalan lancar, sehingga tak ada hambatan bagi petani dalam memperoleh pupuk yang mereka butuhkan,” jelas Zulkifli.
Kebijakan ini dianggap penting mengingat tantangan yang dihadapi sektor pertanian akibat fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau panjang dan berdampak pada produksi tanaman pangan.
Pupuk tambahan diharapkan bisa mempertahankan produktivitas pertanian di tengah tantangan iklim yang tidak menentu.
Petani Lampung: Pupuk Sekarang Lebih Mudah Didapatkan
Agus Triono, seorang petani dari Kelompok Tani Desa Muara Putih, Lampung Selatan, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran distribusi pupuk subsidi di wilayahnya.
Menurutnya, sejak tahun 2023, baru kali ini ketersediaan pupuk subsidi benar-benar tercukupi.
“Pupuk subsidi untuk petani sekarang lebih mudah didapat. Kami tidak lagi kesulitan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Agus.
Baca juga : Mentan dan Wakasal Pacu Produksi Pangan di Lampung
Ia menambahkan, dengan distribusi pupuk yang lancar, ditambah dukungan irigasi, benih berkualitas, dan alat mesin pertanian yang tersedia, produktivitas pertanian dapat dipastikan meningkat.
“Yang penting buat kami petani adalah pupuk lancar, irigasi ada, dan benih berkualitas. Dengan ini, hasil panen bisa melimpah,” katanya optimis.
Pupuk Subsidi Jadi Kunci Sukses Swasembada Pangan di Lampung
Untuk memastikan ketahanan pangan nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp54 triliun pada 2024 untuk mendistribusikan sebanyak 9,5 juta ton pupuk.
Hingga kini, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sekitar 6 juta ton untuk berbagai jenis pupuk ke seluruh wilayah Indonesia.
“Tambahan pupuk ini membantu mempertahankan bahkan meningkatkan produksi pertanian. Di Lampung, distribusi berjalan baik dan petani sangat terbantu.
“Kita harapkan produktivitas bisa terus meningkat agar Lampung dan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan yang kita cita-citakan,” tutup Zulkifli.
Kepastian kelancaran distribusi pupuk subsidi ini membawa harapan besar bagi petani di Lampung untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Dukungan pemerintah, dengan tambahan volume pupuk dan subsidi anggaran, diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas pasokan pangan di Indonesia.
Baca juga : Mendag: Harga Pangan Lampung Stabil Kecuali Cabai





Lappung Media Network