Lappung – Massa Nahdliyin kritisi Suharso terkait Pilrek Unila, yang dianggap telah memanfaatkan nama besar NU dalam ajang perebutan kursi Rektor.
Baca Juga: Pekon Pemerihan dan Rhino Camp Pukau Peserta Famtrip TNBBS
Kamis 22 Desember 2022, para massa Nahdliyin yang terdiri dari Elemen Kaum Sarungan Nahdliyin, Kaum Milenial Nahdliyin dan Hijaber Nahdliyin Provinsi Lampung, menggelar aksi damai di Tugu Adipura Bandar Lampung.
Mereka memprotes dan mengkritisi gelaran pemilihan Rektor Universitas Lampung, lantaran menduga adanya permasalahan serius dari calon rektor dan kesalahan pada panitia pelaksanaan.
“Kita tadi aksi damai, kita permasalahkan dua poin terkait Pilrek Unila, yakni kepada Panitia Penyelenggara, yang mengumpulkan syarat pengalaman para calon tanpa meminta lampiran bukti otentik, sehingga ada keganjilan disitu,” terang Yuridis Mahendra, selaku koordinator aksi.
“Kami juga menemukan adanya pencantuman dari salah satu calon yakni suharso yang menyatakan dirinya sebagai Wakil Sekretaris PWNU 1992-1997, yang nggak ada buktinya,” sambungnya.
Baca Juga: Kemana Saja Aliran Uang, Skandal Uang Suap Jadi Mahasiswa Unila Terungkap Disidang Korupsi
Ia menambahkan bahwa selama ini keluarga besar PWNU sendiri kebanyakan merasa tak mengenal sosok dari Suharso, terlebih dirinya yang sebagai Wakil Sekretaris PWNU.
Maka berlandaskan hal tersebut, massa Nahdliyin yang menggelar aksinya kali ini meminta agar tidak ada pemanfaatan organisasi NU demi kepentingan pribadi.
“Keluarga besar PWNU itu kebanyakan nggak kenal sama suharso, dia sendiri saja diketahui bersebrangan dengan NU, jadi jangan manfaatkan NU dong,” lanjutnya.
Yuridis mengatakan, pihaknya juga merasa terkejut dengan adanya pemberitaan sebuah media online Lampung yang beredar sejak Rabu malam 21 Desember 2022.
Baca Juga: Penganiaya Karyawan PT Gunung Aji Jaya Ditangkap Polisi
Dimana disebutkan adanya pengumpulan para Senat Unila oleh salah satu Calon Rektor di sebuah Hotel, yang diduga turut disponsori oleh sebuah Perusahaan besar.
“Di media juga semalam ditulis ada calon rektor mengamankan para senat di hotel, yang disponsori oleh perusahaan,” tukasnya.
Dari aksi yang dilakukan hari ini, Masa Nahdiyin meminta adanya pengkajian dari Kemenristekdikti terhadap Panitia Pelaksanaan Pemilihan Rektor Unila, yang dianggap bermasalah.
Serta meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dapat turun tangan memantau proses pemilihan, sebab mereka menduga ada praktik suap yang tersaji pada Pilrek Unila kali ini.
Baca Juga: Kasus Korupsi P3-TGAI Lampung Timur Segera Sidang
“Maka dari permasalahan dalam Pilrek Unila ini, kami ingin kemenristekdikti untuk mengkaji kepanitiaan pemilihan rektor itu, sebab ada beberapa permasalahan, ada yang sedang tersandung dalam urusan masalah hukum, ada yang mencatut nama organisasi besar. Kami minta KPK juga turun, kami menduga adanya praktik suap di sini,” tutupnya.





Lappung Media Network