Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Melihat Pendaftaran AMIN dan Ganjar-Mahfud dalam Perspektif Budaya Jawa » Halaman 2

    Melihat Pendaftaran AMIN dan Ganjar-Mahfud dalam Perspektif Budaya Jawa

    by Irjen
    19/10/2023
    in Budaya
    Melihat Pendaftaran AMIN dan Ganjar-Mahfud dalam Perspektif Budaya Jawa

    Kolase 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Foto : Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Tidak hanya peristiwa politik yang menarik perhatian, tetapi juga pilihan waktu pendaftaran yang menjadi momen menarik. 

    Melihat pendaftaran AMIN dan Ganjar-Mahfud dalam perspektif budaya Jawa

    Hari Kamis tersebut adalah Kamis Pon dalam penanggalan Jawa.

    Baca juga : Gugatan Terkabul. Almas Tsaqibbiru: Tes Ilmu

    Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Kamis Pon” dalam konteks budaya Jawa?

    Dalam budaya Jawa, Kamis adalah salah satu dari 5 hari pasaran (Kamis, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) yang digunakan dalam penanggalan Jawa. 

    Sementara itu, Pon adalah salah satu dari 5 hari wuku (Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing). 

    Sistem penanggalan Jawa ini memiliki siklus 35 hari, dengan pengelompokan menjadi 5 pasaran dan 5 wuku.

    Kamis Pon adalah gabungan dari hari Kamis dan hari Pon dalam penanggalan Jawa. 

    Setiap pasaran dan wuku memiliki karakteristik khusus, dan Kamis Pon, sebagai salah satu kombinasi, dianggap sebagai hari yang khusus dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa.

    Kamis Pon dalam tradisi Jawa sering dikaitkan dengan berbagai ritual dan kegiatan keagamaan. 

    Orang Jawa meyakini bahwa Kamis Pon adalah hari yang penuh berkah.

    Sehingga seringkali dipilih sebagai hari untuk menjalankan berbagai upacara keagamaan seperti selamatan, persembahan kepada leluhur, atau ziarah ke makam-makam keluarga.

    Penggunaan hari Kamis Pon oleh kedua pasangan calon presiden mungkin saja memiliki nilai simbolis. 

    Hal ini bisa dilihat sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan spiritual atau keberkahan dalam perjuangan politik mereka. 

    Terlepas dari alasan penggunaan hari ini, penanggalan Jawa tetap memainkan peran penting dalam budaya Indonesia.

    Dan masyarakat sering memperhatikan tanggal-tanggal khusus seperti Kamis Pon untuk berbagai kegiatan penting dalam hidup mereka.

    Dengan penjelasan ini, peristiwa pendaftaran kedua pasangan calon pada Kamis Pon menjadi lebih berarti dalam konteks budaya Jawa.

    Memperlihatkan bahwa unsur budaya tetap memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk politik di Indonesia.

    Perlu diingat, semua yang telah dipaparkan di atas merupakan hasil dari tradisi para leluhur di tanah Jawa. 

    Dan, secara turun temurun diyakini dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Jawa pada zaman dahulu untuk melihat masa depannya. 

    Semua yang disampaikan anggap saja sebagai bagian dari informasi atau pengetahuan yang sudah dipercaya dan diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa.

    Baca juga : Putusan MK. Jokowi: Saya Tak Campuri

    Page 2 of 2
    Prev12
    Tags: Anies-Cak IminBudaya JawaGanjar-MahfudKamis PonKPUPasangan AminPemilu di LampungPendaftaran CapresPilpres di LampungPolitik di Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Korupsi Satpol PP Lampung Selatan. Kejari Dalami Rekening Caibucai

    Next Post

    Komunitas Gham Berkain Gelar Festival Wastra

    Related Posts

    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Budaya

    Unik, Jersey Festival Way Kambas Padukan Ikon Gajah dan Situs Purba

    10/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version