Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Mitratani di Simpang Jalan: Cerita di Balik Mandeknya Ekspor Edamame

    Mitratani di Simpang Jalan: Cerita di Balik Mandeknya Ekspor Edamame

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    07/01/2026
    in Ekonomi
    Mitratani di Simpang Jalan: Cerita di Balik Mandeknya Ekspor Edamame

    Perusahaan Eksportir Edamame & Okra PT Mitratani Dua Tujuh. Foto: Net Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kinerja ekspor edamame dan okra PT Mitratani Dua Tujuh (Mitratani) sepanjang periode 2023 hingga 2025 dilaporkan mengalami tren penurunan.

    Padahal, anak usaha PTPN 1 ini praktis bermain tanpa pesaing (monopoli) di pasar Indonesia pasca berhentinya operasional PT GMIT di Jember.

    Baca juga : Hilirisasi Edamame Indonesia: Dari Lahan ke Pasar Global

    Mantan Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh periode Juli 2023–Desember 2025, Mahendra Utama, menyoroti fenomena ini sebagai sebuah ironi.

    Menurutnya, posisi sebagai pemain tunggal seharusnya memperkuat daya tawar perusahaan, namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

    Mahendra menilai, salah satu faktor krusial yang menghambat laju perusahaan adalah terlalu seringnya pergantian pucuk pimpinan dalam waktu singkat.

    “Efektivitas organisasi itu sangat bergantung pada kestabilan nakhodanya. Jika dalam 2 tahun pimpinan diganti sampai 3 kali, organisasi kehilangan arah.

    “Setiap pemimpin baru pasti butuh penyesuaian, tapi waktunya habis untuk urusan administratif internal, bukan membenahi strategi ekspor,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Rabu, 7 Januari 2026.

    Siklus Pergantian yang Terlalu Cepat

    Data menunjukkan dinamika kepemimpinan yang sangat cair di tubuh Mitratani.

    Tercatat, perusahaan ini dipimpin oleh Dwi Aprilla Sandi pada Juli 2023, kemudian digantikan oleh Tumbas Ginting pada Oktober 2023.

    Estafet kembali berlanjut ke Christian Hadi pada Juli 2025, sebelum akhirnya digantikan oleh Yogi pada Desember 2025.

    Menurut Mahendra, yang dikenal sebagai pemerhati pembangunan, pergantian kilat ini membuat strategi jangka panjang sulit dieksekusi.

    “Energi manajemen habis tersedot untuk adaptasi visi pemimpin baru. Akibatnya, perbaikan mendasar seperti rantai pasok dan kualitas produk justru tertunda,” tegasnya.

    Tantangan Standar Jepang dan Regenerasi

    Selain faktor manajerial, Mahendra juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah besar terkait standar kualitas.

    Pasar Jepang, sebagai tujuan utama ekspor edamame, dikenal memiliki toleransi nol terhadap residu pestisida.

    Mahendra menyebut bahwa tanpa pembaruan teknologi budidaya di tingkat petani (on farm), risiko penolakan produk di pelabuhan tujuan akan semakin besar.

    Baca juga : Edamame dan Okra: Komoditas yang Diam-diam Meraup Untung dari Pasar Ekspor

    Hal ini diperparah dengan masalah regenerasi SDM di lapangan.

    “Banyak manajer kebun Mitratani yang sudah memasuki usia senja setelah 3 dekade perusahaan berdiri.

    “Di sisi lain, generasi muda kurang tertarik terjun ke ladang jika insentif dan kepastian karir tidak menarik.

    “Tanpa regenerasi manajer lapangan, sulit mengharapkan hasil panen yang memuaskan standar internasional,” paparnya.

    Vietnam dan Thailand

    Mahendra juga memberikan peringatan keras (warning) terkait kompetisi global.

    Meskipun Mitratani menjadi pemain tunggal di Indonesia, kompetitor dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand terus berinovasi dengan pergerakan yang cepat.

    Ia menilai, status monopoli di dalam negeri bisa menjadi jebakan zona nyaman yang mematikan inovasi dan efisiensi.

    “Tanpa kompetitor lokal, tekanan untuk efisien itu melemah. Kita terlena rutinitas, sementara negara tetangga lari kencang mengambil pangsa pasar kita,” imbuh Mahendra.

    Kontinuitas Strategi

    Sebagai solusi, Mahendra menyarankan agar pemegang saham, khususnya PTPN 1, lebih mengutamakan kontinuitas strategi ketimbang sekadar mengganti figur.

    Investasi pada smart farming, sistem irigasi modern, dan pelatihan petani mitra dinilai jauh lebih mendesak untuk membangun fondasi jangka panjang.

    “Perubahan itu perlu, tapi kestabilan punya nilai mahal. Beri kesempatan pemimpin menjalankan rencananya sampai tuntas.

    “Tanpa itu, gelar pemain tunggal hanya akan jadi catatan sejarah, sementara pasar kita perlahan diambil negara lain,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Edamame dan Okra: Primadona Jepang

    Tags: #EksporEdamame#MahendraUtama#PTMitrataniDuaTujuhEdamame
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lampung dan Jawa Tengah Jalin Kerja Sama: Langkah Cerdas atau Sekadar Seremonial?

    Next Post

    Sokong Swasembada Nasional, Lampung Catat Rekor Produksi Padi Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Related Posts

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online
    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, menilai forum internasional World Urban Forum (WUF13) di Baku, Azerbaijan, menjadi momentum penting untuk membenahi arah kebijakan perumahan nasional.
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Dewan Kawasan Industri Nasional

      Dewan Kawasan Industri Nasional: Terobosan Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Prabowo-Gibran Solid: Clear Facts Behind the Cabinet Seat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Memaksimalkan Pelabuhan Panjang Sebagai Hub Ekspor-Impor Global Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved