Lappung – Pelindo Lampung terapkan STID untuk bersihkan pungli di Pelabuhan Panjang.
Pelindo Regional 2 Lampung mengambil langkah nyata dalam memerangi pungutan liar (pungli) dan suap di Pelabuhan Panjang dengan meluncurkan aplikasi Single Truck Identification Data (STID).
Baca juga : Kepala BPN Kota Depok Indra Gunawan: Singkirkan Pungli PTSL
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi yang diharapkan dapat memangkas birokrasi dan mempermudah aktivitas kepelabuhan.
Imam Rahmiyadi, GM Pelindo Regional 2 Panjang, menjelaskan bahwa transformasi digital ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang bebas dari pungli.
“Digitalisasi bukan hanya dilakukan pada layanan kapal, tetapi juga di semua lini layanan lainnya,” ungkap Imam, Minggu, 7 Juli 2024.
Sejak 2022, aplikasi STID telah diterapkan untuk menertibkan kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Panjang.
Dengan adanya sistem ini, kegiatan bongkar muat dan jasa kepelabuhanan lainnya berjalan lebih aman, kondusif, dan tentunya bebas dari pungli.
“Ini adalah bagian dari program nasional Stranas PK yang kami dukung penuh,” tegas dia.
Baca juga : Pungli Perjas. Kasatpol PP Kota Gorontalo Jadi Tersangka
Tidak hanya itu, Pelindo juga menyediakan platform whistleblowing system (WBS) di situs pelindobersih.pelindo.co.id.
Platform ini memungkinkan siapa saja yang memiliki informasi mengenai tindakan korupsi atau pemerasan untuk melaporkannya secara anonim.
“Kami mengajak seluruh pengguna jasa dan masyarakat untuk memanfaatkan WBS ini jika menemukan tindakan yang mencurigakan,” tambahnya.
Pelindo Lampung Terapkan STID untuk Bersihkan Pungli
Langkah digitalisasi ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai asosiasi terkait.
Dewan Pengurus Wilayah ALFI/ILFA Lampung dan Dewan Pengurus Cabang Indonesian National Shipowners Association (DPC INSA) Lampung menyambut baik inovasi ini.
Baca juga : Pelaku Pungli di Jalinsum Blambangan Umpu Tertangkap, Sopir Truk Apresiasi Tindakan Cepat Polisi
“Sekarang, layanan kapal kepada Pelindo bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi digital.
“Prosedur menjadi lebih efisien dan kontak fisik di loket tidak lagi diperlukan, menutup celah untuk pungli,” ujar Yusirwan, Ketua DPC INSA Lampung.
Dengan implementasi teknologi digital, Pelabuhan Panjang kini menawarkan layanan yang lebih transparan dan efisien.
“Digitalisasi memastikan semua layanan kapal di Pelabuhan Panjang dilakukan dengan mudah dan transparan,” tambah Yusirwan.
Transformasi digital di Pelabuhan Panjang ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional.
Tetapi juga memperkuat komitmen Pelindo dalam memberantas praktik pungli dan suap.
Dengan terus berinovasi, Pelindo Regional 2 Lampung bertekad menciptakan lingkungan pelabuhan yang bersih, aman, dan transparan untuk semua pengguna jasa.
Baca juga : Viral! Bocah di Waykanan Pungli ke Sopir Truk, Netizen: Mukanya Idaman Polsek





Lappung Media Network