Lappung – Progres Tol Desari hingga akhir bulan ini tembus 71 persen lebih.
Progres pengadaan tanah Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) hingga Agustus 2023 berdasarkan jumlah bidang sudah menembus 71,67 persen.
Baca juga : BPN Depok Sukses Bebaskan Tol Cijago
Sementara sisanya 28,33 persen tengah dalam proses penyelesaian yang diharapkan segera tuntas.
Kepala BPN Kota Depok, Indra Gunawan, kepada wartawan menjelaskan, untuk rencana penggunaan tanah Jalan Tol Desari ditargetkan 113,212 hektare (3.085 bidang).
“Alhamdulillah, hingga akhir Agustus 2023 BPN Kota Depok mencatat 107,224 hektare atau 2.211 bidang tanah yang telah terselesaikan (pembebasan lahan).
“Posisi saat ini berdasarkan jumlah bidang sudah 71,67 persen, kita terus bekerja untuk mendukung realisasi proyek strategis nasional,” papar Indra, Selasa, 29 Agustus 2023.
BPN Kota Depok, sambung Indra, kini tengah menyelesaikan 28,33 persen sisa proyek strategis nasional khusus pembebasan tanah Jalan Tol Desari dengan luas 5,988 hektare atau 874 bidang.
Detail dari 5,988 hektare sisa lahan PSN Jalan Tol Desari tersebut berada di Kelurahan Cipayung, Cipayung Jaya, dan Rangkapan Jaya Baru.
Baca juga : BPN Kota Depok Uji Coba Sertifikat BMN
Kebetulan hari ini, BPN Kota Depok bersama Pemkot Depok, unsur APH (Aparat Penegak Hukum), Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Juga pihak terkait telah melakukan rapat koordinasi kajian tanah sisa yang berada di Kelurahan Cipayung.
“Tadi, pembahasan berjalan dinamis, smart, teliti, dan komprehensif. Semua unsur terlibat dalam dan diskusi. Banyak masukan dan pandangan.
“Harapannya sederhana, kerja kita tak perlu menunggu sampai 2024, target PSN bisa selesai secepatnya,” jelas Indra.
Terkait dengan sisa lahan Jalan Tol Desari, Indra menegaskan, sebagian sedang dalam proses pemberkasan, appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Hingga validasi dari BPN Kota Depok dan perintah pembayaran dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Selain itu, sebagian pengadaan tanah juga sedang dalam proses penerbitan Peta Bidang Tanah (PBT) dan Danom (Daftar Nominatif) untuk Kelurahan Cipayung Jaya.
Bahkan, saat ini BPN Kota Depok sedang melakukan pemberkasan dan validasi.
Untuk diketahui di akhir rapat kajian sisa jalan Tol Desari yang berlangsung di Aula BPN Kota Depok, Indra berpesan kepada jajarannya untuk tidak meninggalkan pekerjaan rumah baru.
Baca juga : BPN Pesawaran: Lahan PTPN Wayberulu Bersertifikat HGU
Hal itu dalam rangka mendukung realisasi proyek strategis nasional.
“Tetaplah cermat dalam bekerja, selalu kedepankan unsur kehati-hatian dan landasi semua dengan aturan berlaku,” pesannya.
“Buka pintu selebar-lebarnya untuk kritik dan masukan dari masyarakat. Maknai itu semua sebagai bekal berharga dalam menyelesaikan tugas kita,” tandas Indra Gunawan.
Progres Tol Desari tembus 71 persen, berikut laporan hasil monitoring pengadaan tanah Jalan Tol Depok-Antasari:
Kecamatan Cinere:
- Kelurahan Pangkalanjati Baru: 455 bidang, 18,126 ha.
- Akses Jalan Ibnu Armah: 95 bidang, 0,6525 ha.
- Kelurahan Gandul: 110 bidang, 110 ha.
- Akses Jalan Erha: 105 bidang, 0,5489 ha.
Kecamatan Limo:
- Kelurahan Krukut: 638 bidang, 28,0810 ha.
- Kelurahan Grogol: 315 bidang, 11,6575 ha.
Kecamatan Pancoranmas:
- Rangkapan Jaya: 338 bidang, 14,5258 ha.
- Rangkapan Jaya Baru: 421 bidang, 11,8516 ha.
Kecamatan Cipayung:
- Cipayung: 399 bidang, 11,7830 ha.
- Cipayung Jaya: 160 bidang, 5,7030 ha.
Sementara untuk total uang ganti kerugian yang tercatat di BPN Kota Depok menembus Rp19.444.488.712.778.
Baca juga : Dadang Hermawan Jadi Kadiv Akuntan dan Keuangan PTPN XI
