Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggenjot pengembangan sejumlah proyek energi baru terbarukan (EBT) yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 1000 tenaga kerja pada tahap awal.
Komitmen ini menjadi bagian dari langkah strategis daerah untuk mempercepat transisi energi bersih dan mendukung target Net Zero Emission nasional.
Baca juga : Masa Depan Energi Lampung Terancam Kendala Sosial dan Regulasi
Penegasan itu disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Saefulloh, saat memimpin apel mingguan di Lapangan Korpri, Senin, 13 Oktober 2025.
“Pengembangan potensi Panas Bumi (PLTP) dan pembangunan Green Hydrogen tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Lampung,” ujar Gubernur..
Salah satu daya tarik utama dari proyek-proyek ini adalah potensi penciptaan lapangan kerja massal.
Menurut data pemerintah, satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mencatatkan investasi sebesar US$28,85 Juta (sekitar Rp450 Miliar) dengan potensi penyerapan tenaga kerja antara 500 hingga 1.000 orang, terutama pada tahap eksplorasi dan pembangunan.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Lampung bersama Kementerian ESDM dan pihak pengembang tengah fokus pada empat proyek strategis yang sedang berjalan, yaitu:
Eksplorasi PLTP Ulu Belu: Pengembangan pembangkit listrik di Desa Gunung Tiga, dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulu Belu.
Pilot Plant Hidrogen Hijau: Pembangunan proyek percontohan Green Hydrogen di WKP Ulu Belu yang mengintegrasikan teknologi Anion Exchange Membrane (AEM) electrolyzer dengan energi panas bumi, dengan nilai investasi US$3 Juta.
Eksplorasi PLTP Way Ratai: Survei geologi, geofisika, dan geokimia (3G) serta Pre-Transaction Agreement (PTA) sedang berlangsung di tahun 2025.
Lelang Ulang WKP Danau Ranau: Ditargetkan mendapatkan pemenang pada Triwulan I Tahun 2026, dengan estimasi daya yang akan dikembangkan sebesar 40 MW.
Baca juga : 70 Persen Kekayaan Lampung Dinikmati Pihak Luar
Selain membuka ribuan lowongan pekerjaan, masifnya investasi di sektor EBT ini diyakini akan memberikan efek domino positif bagi perekonomian daerah.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan, manfaat tersebut mencakup peningkatan investasi secara keseluruhan di Provinsi Lampung, pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar proyek, serta kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Peningkatan penerimaan daerah akan datang dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Bonus Produksi Sektor Panas Bumi, yang dananya bisa kita gunakan kembali untuk pembangunan daerah,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Pemprov Lampung optimistis porsi EBT dalam bauran energi provinsi akan terus meningkat, sekaligus menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah terdepan dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
“Kami berharap seluruh pembangunan ini dapat terus memberikan dampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung,” tutupnya.
Baca juga : Bakrie Power Jajaki Potensi PLTS dan Hydropower di Lampung





Lappung Media Network