Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Tanam Kopi Lampung Sistem Pagar Pacu Panen Berlimpah

    Tanam Kopi Lampung Sistem Pagar Pacu Panen Berlimpah

    Irjen by Irjen
    18/10/2023
    in Ekonomi
    Tanam Kopi Lampung Sistem Pagar Pacu Panen Berlimpah

    Kepala Dinas Perkebunan Lampung Yuliastuti ( 2 dari kiri) dan Supriyono (4 dari kiri) di demplot kopi di BBKI Hanakau Lampung Barat. Foto : Yopie Pangkey

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Tanam kopi Lampung lewat sistem pagar pacu panen berlimpah. 

    Pemerintah Provinsi Lampung mendukung petani kopi di Lampung untuk menerapkan sistem pagar. 

    Baca juga : Buka Keran Ekspor UMKM. 3 Provinsi di Sumatera Jalin Kerjasama dengan Lampung

    Sistem ini merupakan metode penanaman kopi yang ditanam secara berjajar dan rapat, dengan jarak tanam sekitar 1 meter antar tanaman dalam 1 baris.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti, saat mengunjungi UPTD Balai Benih Kebun Induk (BBKI) Hanakau di Liwa, Lampung Barat, Rabu, 18 Oktober 2023. 

    Yuliastuti menyebut, sistem Ini adalah penerapan dari program pembangunan perkebunan Provinsi Lampung yang diusung Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. 

    “Pemprov berupaya untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan nilai tambah petani,” kata dia.

    Yuliastuti menjelaskan, Pemprov Lampung telah memulai mengembangkan penanaman pohon kopi dengan sistem pagar di UPTD Balai Benih Kebun Induk (BBKI) Hanakau di Liwa, Lampung Barat.

    “Model sistem penanaman kopi berupa sistem pagar ini, dalam satu hektar jumlah populasi tanaman sebanyak 4.000 batang. Dengan target produksi 4 ton per tahun,” ujarnya.

    Baca juga : Lampung Selatan Kembangan Budidaya Bawang Merah, Digadang Jadi Komoditas Andalan

    Ia menjabarkan, dalam 1 baris bisa menanam pohon kopi dengan selang 1 meter antar pohon. Sedangkan jarak setiap baris adalah 2,5 meter.

    “Kalau kita lihat penanaman dengan sistem ini, seperti pagar yang berjajar.” ujarnya.

    Yuliastuti mengatakan, Pemprov Lampung akan terus mendukung petani kopi di berbagai kabupaten untuk menerapkan sistem pagar.

    “Kami akan terus memberikan pendampingan kepada petani kopi untuk menerapkan sistem pagar. 

    “Perlahan-lahan kita ubah cara pandang para petani kopi mengenai cara tanam pohon kopi yang lebih efektif dan efisien,” ungkapnya. 

    Yuliastuti mengungkapkan, keberhasilan sistem pagar telah dibuktikan oleh seorang petani kopi bernama Supriyono dari Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat.

    “Ia berhasil meningkatkan produktivitas kopinya dari 500-700 kilogram per hektar per tahun menjadi 2 ton per hektar per tahun dengan menerapkan sistem pagar,” ujarnya.

    Baca juga : Girimulyo Lampung Timur Sukses Kembangkan Alpukat Siger

    “Kami berharap, penerapan sistem pagar dapat meningkatkan produktivitas kopi Lampung dan kesejahteraan petani kopi Lampung,” tambahnya.

    Tanam Kopi Lampung Sistem Pagar Pacu Panen Berlimpah

    Sementara, Supriyono sendiri telah menerapkan sistem pagar di kebun kopinya sejak tahun 2019.

    Tanam Kopi Lampung Sistem Pagar Pacu Panen Berlimpah
    Kepala Dinas Perkebunan Lampung Yuliastuti, di lahan kopi dengan sistem pagar milik Supriyono di Sekincau, Lampung Barat. Foto : Yopie Pangkey

    Ia mengaku berhasil meningkatkan produktivitas kopinya dengan menerapkan sistem ini.

    “Saya menerapkan sistem pagar di kebun kopi arabika saya seluas seperempat hektar dan hasilnya sangat memuaskan,” imbuhnya.  

    Dari lahan seperempat hektar ini, sambungnya, bisa menyamai produksi kebun 1 hektar dengan sistem penanaman tradisional.

    “Saya berharap, semakin banyak petani kopi yang menerapkan sistem pagar. Dengan begitu, produksi kopi Lampung bisa meningkat dan kesejahteraan petani kopi terangkat,” tandas Supriyono.

    Sekadar informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, luas areal tanam kopi pada tahun 2021 memiliki total lahan 156.396 hektar. 

    3 terluas yaitu Kabupaten Lampung Barat seluas 54.101 hektar, Tanggamus 41.508 hektar, dan Lampung Utara 25.674 hektar.

    Sedangkan produksi tanaman kopi robusta Lampung pada 2022 total berjumlah 118.139 ton. 

    3 terbesar didukung oleh Kabupaten Lampung Barat sebesar 56.054 ton, Tanggamus 36.908 ton, dan  Lampung Utara 10.120 ton.

    Baca juga : Petani Kelengkeng Lampung Terapkan Fertilizing Root Trainer, Picu Produksi Buah

    Via: Yopie Pangkey
    Tags: Dinas Perkebunan LampungEkonomi di LampungKopi LampungKopi Lampung BaratSistem PagarSistem Tanam KopiTanaman Kopi LampungYuliastuti
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Pilpres 2024. Ganjar-Mahfud Fix 

    Next Post

    Forum Pemuda Cinta Lampung Syukuran Putusan MK: Gibran Pendamping Prabowo 

    Related Posts

    Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa
    Ekonomi

    Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    05/01/2026
    Tangan Dingin Gubernur Mirza: 4 Daerah Adalah Kunci Ekonomi Lampung
    Ekonomi

    Tangan Dingin Gubernur Mirza: 4 Daerah Adalah Kunci Ekonomi Lampung

    04/01/2026
    Kesenjangan yang Masih Menganga: Membaca Ulang Peta PDRB 38 Provinsi 2025
    Ekonomi

    Kesenjangan yang Masih Menganga: Membaca Ulang Peta PDRB 38 Provinsi 2025

    03/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama 

      Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama 

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Diplomasi “Seribu Kawan”: Menakar Langkah Catur Global Presiden Prabowo

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gugatan LBH Bandarlampung: Tunda KUHP Baru atau Hukum Kian Runyam!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Untuk Faisol Riza di Hari Kelahirannya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • ASDP Ubah Pelabuhan Jadi Ruang Temu Budaya Lewat BHC Harbour Fest

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Orkestrasi Gubernur Lampung Jaga Stabilisasi Harga Cabai

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved